Masuk Daftar Investasi Ilegal, Situs EDCCash Diblokir Kominfo

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 22:24 WIB
Website EDCCash diblokir Kominfo pada Senin (12/4/2021). Foto tangkapan layar website EDCash sebelum diblokir Kominfo.
Tangkapan layar situs EDCCash sebelum diblokir Kominfo. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir situs EDCCash. Pemblokiran dilakukan menyusul adanya permintaan dari Satgas Waspada Investasi (SWI).

"Betul, EDCCash telah diblokir atas permintaan Satgas Waspada Investasi (SWI) per tanggal 10 November 2020," kata jubir Kominfo, Dedy Permadi, saat dihubungi detikcom, Senin (12/4/2021).

Dedy menjelaskan, pihaknya memblokir situs EDCCash, https://edccash.cash/, atas aduan SWI, yang menduga adanya penghimpunan dana secara ilegal.

"Berdasar surat permohonan yang kami terima dari SWI, permohonan blokir didasarkan pada penilaian SWI bahwa EDCCash merupakan entitas yang diduga melakukan kegiatan penghimpunan dana dan pengelolaan investasi tanpa izin," jelasnya.

Secara terpisah, Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam Lumban Tobing mengatakan EDCCash masuk daftar investasi ilegal.

"EDCCash bukan kegiatan di sektor jasa keuangan sehingga bukan di bawah pengawasan OJK. EDCCash sudah masuk dalam daftar investasi ilegal karena melakukan kegiatan jual-beli crypto tanpa izin," ujar Tongam Lumban Tobing.

Sebelumnya, puluhan member menggeruduk rumah CEO EDCCash, Abdulrahman Yusuf, di Pondok Gede, Bekasi. Para member memprotes lantaran tidak bisa mencairkan uang kripto sejak beberapa bulan terakhir.

"Koin yang (seharusnya cair) sekian ratus juta, harusnya dari uang segitu, sekarang (cairnya) jadi beberapa receh. Kayak koin saya misalkan dari satu akun itu Rp 800 juta yang harus dijual atau yang saya dapatkan, kok sekarang cuma (cair) Rp 11 juta," ujar salah satu member EDCCash, Diana, saat dihubungi detikcom, Senin (12/4).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2