Member Protes CEO EDCCash di Bekasi karena Tak Bisa Cairkan Uang Kripto

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 15:07 WIB
ilustrasi investasi
Foto ilustrasi investasi. (iStock)
Bekasi -

Puluhan member menggeruduk rumah CEO EDCCash Abdulrahman Yusuf di Pondok Gede, Bekasi. Para member memprotes lantaran tidak bisa mencairkan uang kripto sejak beberapa bulan terakhir.

"Koin yang (seharusnya cair) sekian ratus juta, harusnya dari uang segitu, sekarang (cairnya) jadi beberapa receh. Kayak koin saya misalkan dari satu akun itu Rp 800 juta yang harus dijual atau yang saya dapatkan, kok sekarang cuma (cair) Rp 11 juta," ujar salah satu member EDCCash, Diana, saat dihubungi detikcom, Senin (12/4/2021).

Sekadar diketahui, EDCCash atau E-Dinar Coin Cash diklaim merupakan sebuah platform untuk menambang aset digital. EDCCash, dalam penjelasannya, merupakan perusahaan aset uang kripto yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran.

Diana bercerita uang para member sulit cair sejak 6 bulan ke belakang. Pihak EDCCash, kata Diana, berdalih masalah pencairan itu karena ada perbaikan sistem.

"(Masalah) sistem, potongan fee dan lain-lain. Setiap hari itu (ada) perubahan (sistem), jadi 'PHP'," imbuhnya.

Diana sendiri memiliki beberapa member atau yang disebut 'downline'. Seluruh member-nya menitipkan uang ke Diana untuk dibelikan koin, yang mana saat ini koin tersebut tidak bisa dicairkan menjadi uang.

"(Kerugian) kurang-lebih sih Rp 5 M," jelasnya.

Diana sendiri tertarik mengikuti investasi ini karena tergiur keuntungan yang ditawarkan. Diana ikut berinvestasi EDCCash karena ada beberapa ulama yang juga jadi member.

"Berjalanan enak gitu, jual-beli transaksi awalnya menguntungkan. Saya nggak kepikir sama sekali penipuan, karena yang gabung di sini itu banyaknya ustaz," ujarnya.

Diana dan beberapa member lain telah melaporkan soal EDCCash ini ke Polda Metro Jaya. Aduan Diana dkk teregister dalam laporan bernomor LP/1815/IV/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ tanggal 5 April 2021.

Simak penjelasan EDCCash di halaman selanjutnya

Saksikan juga 'Demam Investasi saat Pandemi, Ada yang Untung dan Merugi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2