Beragam Cerita tentang Ziarah Jelang Ramadhan di Sumatera Utara

Ahmad FIM, Datuk Haris Molana - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 19:16 WIB
Warga Ziarah Jelang Ramadhan di Medan
Warga Ziarah Jelang Ramadhan di Medan (Foto: Datuk Haris/detikcom)
Medan -

TPU di Medan, Sumatera Utara (Sumut) ramai dikunjungi peziarah menjelang bulan suci Ramadhan. Kondisi ini lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pantauan detikcom, Minggu (11/4/2021), sekitar pukul 16.30 WIB, tampak warga ramai berziarah ke TPU Halat, Medan. Mereka tampak pergi bersama para keluarganya. Sebelum masuk ke area pemakaman, para peziarah membeli bunga untuk ditabur di makam.

Lalu, mereka berdoa di makam-makam tersebut. Tak hanya itu, bagi yang ingin makam keluarganya dibersihkan, ada juga sejumlah warga yang mau membantunya. Mereka membersihkan makam itu lalu dibayar dengan ala kadarnya.

"Ada peningkatan sedikit (dibanding tahun lalu). Sejak kemarin dan hari ini ramai," kata penjaga makam, Rahmat kepada wartawan.

Rahmat menuturkan ada juga petugas yang membantu membersihkan. Mereka nantinya dibayar seikhlasnya oleh keluarga pemilik makam.

"Dibantu petugas, nanti keluarga pemilik memberikan alakadar," ujar Rahmat.

Hal senada juga disampaikan, Wati, salah satu penjual bunga di kawasan TPU Halat. Dia mengatakan bahwa tahun ini ada peningkatan para peziarah.

"Tahun lalu sepi kali. Ada peningkatan tahun ini. Tahun semalam (lalu) sehari dapat Rp 50 hingga Rp 60 ribu. Hari ini rata-rata Rp 100 ribu," ujar Wati.

Labuhanbatu

Warga di Labuhanbatu, Sumut juga ramai mengunjungi pemakaman menjelang bulang suci Ramadhan. Salah seorang warga, Iskandar Muda Sipayung, menganggap ziarah kubur sebagai cara untuk membersihkan hati menjelang puasa.

"Sudah dilakukan sejak dulu. Sudah tradisi. Dulu diajak sama orang tua, tujuannya untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal. Dan termasuk juga untuk membersihkan hati," kata seorang warga Iskandar Muda Sipayung, saat ditemui berziarah, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Paindoan Rantauprapat, Minggu (11/3/2021).

Iskandar mengatakan ziarah kubur membuat dirinya ingat akan kematian. Selain itu, kata Iskandar, ziarah juga bagian dari upaya melestarikan tradisi sekaligus mengajarkan nilai-nilai kerendahan hati.

"Kami berziarah mengunjungi kuburan anak dan opung saya. Kalau orang Tia ada di Sei Rampah," kata Iskandar.

Warga Ziarah Jelang Ramadhan di LabuhanbatuWarga Ziarah Jelang Ramadhan di Labuhanbatu Foto: Ahmad FIM/detikcom

"Anak saya ada 3, saya selalu ajak semuanya. Di momen seperti ini saya jelaskan tentang kematian, tentang tuhan, dan mengapa kita harus rendah hati ke mereka. Itu kaitannya. Jadi menurut saya (ziarah kubur) ini memang berguna untuk membersihkan hati menyambut Ramadhan," imbuh Iskandar.

Ziarah kubur juga ini berdampak positif bagi masyarakat sekitar TPU. Seorang penjual bunga, Nur Anisa Harahap, mengaku mendapatkan berkah atas banyaknya warga yang datang ke pemakaman.

"Wah nggak ingat saya. Tapi udah lama lah udah puluhan tahun," kata Anisa.

Selanjutnya
Halaman
1 2