TPU Khusus COVID-19 di Bogor Ramai Peziarah Jelang Ramadhan

M. Sholihin - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 16:35 WIB
Warga ziarah di TPU Situ Gede,  Bogor.
Warga ziarah di TPU Situ Gede, Bogor (Foto: M. Sholihin/detikcom).
Bogor -

Makam khusus jenazah positif COVID-19 di TPU Situ Gede, Kota Bogor ramai dikunjungi peziarah jelang bulan suci Ramadhan. Para peziarah datang bergantian untuk mendoakan anggota keluarga yang meninggal karena COVID-19.

"Seperti makam lain ya, kalau mau munggahan (jelang Ramadhan) pada ziarah ke makam keluarganya, selalu lebih ramai di banding hari biasa. Dari hari Jumat udah ramai pada datang," kata Deni Rahmat, petugas pemakaman khusus jenazah COVID-19 ditemui detikcom di TPU Situ Gede, Kota Bogor, Minggu (11/4/2021).

Deni menyebut saat ini lebih dari 200 lubang makam sudah terisi oleh jenazah dengan status terkonfirmasi COVID-19. Sekitar 30 lubang baru juga disiapkan jika ada pasien terkonfirmasi COVID-19 meninggal dunia.

"Ada 30 lubang yang kosong, itu sengaja digali, dikosongin. Itu buat persiapan saja, jadi nanti kalau bulan Ramadhan ada yang harus dimakamin, nggak harus gali lubang baru lagi, tinggal dikuburin jenazahnya," ucap Deni.

Pantauan di lokasi, beberapa

warga nampak berdatangan ke pemakaman khusus jenazah terkonfirmasi COVID-19. Mereka datang untuk mendoakan anggota keluarga mereka yang meninggal karena COVID-19 . Jika saat pemakaman pihak keluarga tidak diizinkan untuk mendekati makam, kini pihak keluarga dengan leluasa bisa duduk untuk membacakan doa.

"Ini saya sama mamah, ziarah ke makam nenek. Ini kan bulan Ramadhan ya, kita berdoa untuk almarhumah. Dulu nenek saya meninggal karena COVID. Nenek saya itu kejadiannya awalnya dari arisan keluarga, terus keluarga ada yang terkena COVID, kemudian nenek saya tertular, sampai dibawa ke rumah sakit, sampai meninggal dunia," kata Yasmin, warga Kota Bogor ditemui di lokasi.

"Saya tidak bisa melihat sama sekali jenazahnya, cuma bisa lihat di foto doang, sudah dikafanin, cuma bisa lihat di foto doang," tambah Yasmin sambil berlinang air mata.

Dalam kejadian itu, bukan hanya nenek dari Yasmin yang terpapar COVID-19 hingga akhirnya meninggal. Saudara sepupu dari neneknya juga terpapar COVID-19 dan meninggal dunia.

"Awalnya yang kena itu saudara sepupu dari nenek, terus nular ke kakek saya, terus nular lagi ke nenek juga. Kakek Alhamdulillah sampai sekarang sembuh dan sehat sampai sekarang. Cuma nenek meninggal, sepupu nenek juga meninggal," ungkap Yasmin.

Ia berharap, warga Kota Bogor untuk terus menjaga protokol kesehatan. Sehingga penularan COVID-19 dapat terus ditekan.

"Mudah-mudahan ke depan, warga Bogor khususnya lebih menjaga protokol kesehatan, karena sekarang semakin banyak ya yang terkena COVID. Keluarga saya sendiri yang sudah terkena COVID. Lebih mengurangi lah ya aktivitas di luar," ungkapnya.

Harapan serupa juga diungkap Aliga, warga Kota Bogor yang menziarahi ibu mertuanya.

"Untuk masyarakat semua tetap harus aware lah ya, tetap taat dengan protokol kesehatan segala macam, segala sesuatunya harus continue (soal protokol kesehatan), karena sampai saat ini COVID-19 masih ada," kata Aliga.

"Protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Terutama di lingkungan keluarga ya, karena kita sering lalai dan lebih mudah terpapar di lingkungan keluarga," tambahnya.

(mso/mso)