BMKG: Gempa Malang M 6,1 di Zona Megathrust, Patut Disyukuri Tak Tsunami

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 17:08 WIB
Gempa Malang M 6,7 10 April 2021. (Dok BMKG)
Gempa Malang M 6,7 pada 10 April 2021 yang dimutakhirkan menjadi M 6,1. (Dok BMKG)
Jakarta -

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan gempa M 6,1 yang mengguncang Malang akibat adanya deformasi slip lempeng Australia. Gempa ini ada di zona megathrust.

"Gempa ini merupakan gempa menengah, yaitu adanya sebuah deformasi slip lempeng Australia yang tersubduksi tepat di zona Benioff, yaitu subduksi selatan Jatim yang sudah mulai menukik. Jadi ada di zona megathrust ya. Patut disyukuri dengan kedalaman 80 km itu tidak menimbulkan tsunami," kata Daryono dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Infobmkg, Sabtu (10/4/2021).

Dia menjelaskan bahwa zona sesar ini sensitif terhadap tsunami. Tsunami bisa terjadi jika kekuatan gempa ada di atas M 7.

"Karena kalau melihat mekanisme sumbernya ini adalah sesar naik jadi sensitif terhadap tsunami jika kekuatannya besar di atas 7 dan memiliki kedalaman lebih dangkal," ungkapnya.

Selain itu, dia menjelaskan gempa di kawasan Kabupaten Malang ini kompleks. Sebab, gempa hampir terjadi dua bulan sekali.

"Dan kalau kita melihat kawasan Malang ini memang seismik aktif dan kompleks ya. Karena hampir dua bulan sekali dirasakan," tuturnya.

Berdasarkan catatan sejarah, sudah ada beberapa gempa merusak yang terjadi di kawasan ini. Gempa merusak terjadi sejak 1896.

"Dan kalau kita lihat catatan sejarah di kawasan ini sudah mengalami gempa merusak berkali pada masa lalu. Seperti gempa yang terjadi pada 1896, 1937, 1962, 1963, 1972," jelasnya.

Lihat Video: Gempa M 6,7 Guncang Malang, Netizen Kirim Doa

[Gambas:Video 20detik]



(rdp/rdp)