Round-Up

Bolak-balik Kementerian Pendidikan Era Jokowi Diotak-atik

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 08:14 WIB
Presiden Jokowi (Biro Pers - Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan di era Presiden Joko Widodo bolak-balik diotak-atik. Begini catatan bongkar pasang Kementerian Pendidikan.

Dirangkum detikcom, Sabtu (10/4/2021), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tanpa Dikti dibentuk pada Oktober 2014. Anies Baswedan saat itu menjadi Mendikbud. Menristek Dikti dijabat M Nasir.

"Jadi bukan pemisahan, hanya Dirjen Diktinya diangkat dan dipindahkan ke dalam Kementerian Riset dan Teknologi," ujar Anies kala itu.

Alasan Jokowi memisahkan dua lembaga kementerian ini agar riset bisa diaplikasikan nantinya.

"Baru kemarin saya umumkan jumlah kabinet, tapi yang berhubungan dengan Bapak, Ibu, ada Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek dijadikan satu kementerian. Kenapa? Karena kita ingin ke depan, riset, baik yang berhubungan dengan teknologi, riset sosial, pertanian, maupun kemaritiman, itu betul-betul bisa diaplikasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, petani, nelayan, dan usaha mikro," kata Jokowi di depan sekitar seratus orang peneliti dalam sebuah seminar yang diselenggarakan gedung LIPI pada 2014.

Perubahan tersebut mendapat sorotan pimpinan DPR dari total 6 kementerian yang nomenklaturnya berubah dan dimintakan pertimbangannya oleh Jokowi ke DPR.

Dalam pelaksanaannya, Jokowi baru mengeluarkan peraturan teknis pada 21 Januari 2015, yaitu dengan mengeluarkan Perpres Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Lima tahun berlalu, Jokowi kembali mengotak-atik lembaga yang mengurusi pendidikan ini. Jokowi melebur Pendidikan Tinggi ke Kemendikbud di Kabinet Indonesia Maju.

"Dikti ada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).

Kemenristekdikti berubah menjadi Kemenristek dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dengan Menteri Bambang Brodjonegoro.

"Saya harap menteri yang baru beserta jajarannya dapat segera menyelesaikan transisi birokrasi karena adanya perubahan nomenklatur kementerian dari Kemenristekdikti pada saat pemerintahan Jokowi-JK saat ini menjadi Kemenristek/BRIN," ujar Nasir saat hadir dalam sertijab di auditorium Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu (23/10).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak Video: DPR Restui Jokowi Bentuk Kementerian Investasi dan Gabung Kemendikbud-Ristek

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2