Bongkar Pasang Kementerian Pendidikan di Era Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 13:07 WIB
Gedung Kemendikbud (Dok. Setkab)
Gedung Kemendikbud (Foto: dok. Setkab)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan bongkar-pasang di Kementerian Pendidikan (Kementerian Pendidikan). Dulu, Jokowi pernah memisahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dari Pendidikan Dikti (Dikti) dan dilebur di bawah Kementerian Riset dan Teknologi. Terbaru, Jokowi menggabungkan Kemenristek dengan Kemendikbud.

Dalam catatan pemberitaan detikcom, Jumat (9/4/2021) Kemendikbud tanpa Dikti mulai dibentuk pada Oktober 2014. Saat itu, sebagai Mendikbud ditunjuk Anies Baswedan. Sedangkan Menristek Dikti ditunjuk Rektor Universitas Diponegoro M Nasir.

"Jadi bukan pemisahan, hanya Dirjen Diktinya diangkat dan dipindahkan ke dalam Kementerian Riset dan Teknologi," ujar Anies kala itu.

Jokowi memisahkan dua lembaga kementerian ini agar riset bisa diaplikasikan nantinya.

"Baru kemarin saya umumkan jumlah kabinet, tapi yang berhubungan dengan Bapak, Ibu, ada Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek dijadikan satu kementerian. Kenapa? Karena kita ingin ke depan, riset, baik yang berhubungan dengan teknologi, riset sosial, pertanian, maupun kemaritiman, itu betul-betul bisa diaplikasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, petani, nelayan, dan usaha mikro," kata Jokowi di depan sekitar seratus orang peneliti dalam sebuah seminar yang diselenggarakan gedung LIPI pada 2014.

Perubahan tersebut mendapat sorotan pimpinan DPR dari total 6 kementerian yang nomenklaturnya berubah dan dimintakan pertimbangannya oleh Jokowi ke DPR.

Namun, dalam pelaksanaannya, Jokowi baru mengeluarkan peraturan teknis pada 21 Januari 2015, yaitu dengan mengeluarkan Perpres Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Lihat juga Video: Syarat-syarat Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka Terbatas

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2