Genjot Rehabilitasi Lingkungan, Walkot Semarang Harap Tunjang Pariwisata

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 19:18 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Dok. Pemkot Semarang
Jakarta -

Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri belakangan diketahui tengah menggencarkan semangat rehabilitasi ekosistem pada berbagai wilayah di Indonesia. ini tampak pada berbagai kegiatan yang dilakukan oleh PDI Perjuangan yang menggelar berbagai aksi penyelamatan lingkungan.

Menilik hal terseHal but, Wali Kota Semarang yang juga merupakan kader PDI Perjuangan Hendrar Prihadi melakukan aksi serupa di wilayah pimpinannya. Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, mengaku pihaknya terus melakukan penyelamatan lingkungan di wilayah Ibu Kota Jawa Tengah. Sebelumnya, ia diketahui menggagas gerakan penanaman rumput vetiver untuk meminimalisir potensi tanah longsor.

Selain itu, lanjut Hendi, dirinya juga melakukan tebar benih sebanyak 47.400 benih ikan nila dan karper di Kali Semarang, serta menggandeng PT Jasa Raharja untuk menanam 40 pohon pule dan 60 pohon tabebuya dengan diameter 10-15 cm.

Hendi berharap penebaran benih ikan ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat untuk mau memelihara lingkungan sungai yang ada di Semarang. Ia menyebutkan jika dulu Kali Semarang dikenal sangat kumuh, bahkan beberapa orang menyebutnya sebagai WC terpanjang di dunia. Namun saat ini, kata Hendi, Kali Semarang sudah bersih, lebih sehat, dan terlihat indah.

"Mudah-mudahan dengan tebar benih ikan ini lingkungannya semakin baik," ujar Hendi dalam keterangan tertulis, Jumat (9/4/2021).

Tak hanya itu, Hendi juga berharap upaya ini dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kota Semarang.

"Mudah-mudahan ini mendukung wisata. Kalau sudah besar, masuk masa panen bisa jadi kolam pancing, dibuat lomba pancing, bisa menunjang pariwisata. Sekarang biarkan ikan-ikan berkembang dulu," terangnya.

Terkait penanaman pohon yang dilakukan bersama PT Jasa Raharja, Hendi menjelaskan penanaman pohon ini tak hanya berfungsi dari segi ekologis lingkungan sebagai penyerap karbondioksida saja. Menurutnya, jika pohon tersebut bertumbuh dengan baik maka dapat menambah nilai estetika di wilayah penanamannya.

Hendi pun mengajak masyarakat Semarang untuk menanam pohon. Ia menilai upaya penghijauan dengan menanam tanaman buah atau tanaman lain dapat mendatangkan banyak manfaat.

"Penghijauan tidak pernah salah. Kita akan dapat manfaatnya, oksigen gratis, kenyamanan dan keindahan. Apalagi kalau tanaman buah. Kita dapat bonus buahnya. Maka kepada seluruh warga kota Semarang, ayo kita perbanyak menanam," pungkas Hendi.

(akn/ega)