Salat Tarawih dan Bukber di Luar Rumah Tak Berlaku di Zona Oranye-Merah

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 11:43 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) membolehkan buka puasa bersama (bukber); salat berjemaah 5 waktu, tarawih, dan witir; serta kegiatan keagamaan lainnya pada bulan Ramadhan selama mengikuti protokol kesehatan, yaitu maksimal 50 persen dari kapasitas masjid. Namun aturan ini tidak berlaku di zona oranye dan merah.

Hal tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M. SE tersebut antara lain mengatur tentang diizinkannya kegiatan buka puasa bersama, salat berjemaah (lima waktu, tarawih, dan witir), tadarus Al-Qur'an, serta iktikaf, dengan jumlah kehadiran maksimal 50 persen dari kapasitas masjid atau musala. Namun ketentuan dalam surat edaran ini tidak berlaku untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye.

"Menteri Agama sudah menerbitkan edaran panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H. Namun edaran itu tidak berlaku untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye berdasarkan ketetapan Satgas COVID-19 setempat," kata Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin dalam keterangannya, Jumat (9/4/2021).

Surat edaran itu juga mengatur tentang penerapan protokol kesehatan secara ketat pada setiap kegiatan. Misalnya menjaga jarak antarjemaah minimal 1 meter dan membawa sajadah atau mukena masing-masing.

Adapun kriteria wilayah berdasarkan risiko penyebaran virus telah ditetapkan tim Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19. Ada empat kriteria wilayah, yaitu zona hijau (tidak terdampak), zona kuning (risiko rendah), zona oranye (risiko sedang), dan zona merah (risiko tinggi).

"Edaran panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri bisa diberlakukan pada wilayah yang masuk zona hijau dan kuning," imbuh Kamaruddin.

Dia mengatakan, surat edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko COVID-19.

Secara rinci, berikut ketentuan Surat Edaran Menag terkait panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H:

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadhan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama;

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti;

3. Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan;

4. Pengurus masjid atau musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:

a. Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Al-Qur'an, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid atau musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjemaah, dan setiap jemaah membawa sajadah serta mukena masing-masing;

b. Pengajian/ceramah/tausiah/kultum Ramadhan dan kuliah Subuh paling lama dengan durasi waktu 15 (lima belas) menit;

c. Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;

5. Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana angka 4 (empat) wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jemaah, seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jemaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

Lihat Video: Bukber-Salat Tarawih di Masjid Diperbolehkan, Ini Syaratnya

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2