Salat Tarawih Diizinkan di Masjid, Ridwan Kamil Ingatkan soal Prokes

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 19:21 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Yudha Maulana/detikcom).
Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta agar pelaksanaan ibadah di masjid selama bulan Ramadhan memperketat protokol kesehatan. Kegiatan ibadah di masjid sendiri sudah diizinkan pemerintah.

"Prinsipnya pertama COVID masih berhubungan dengan kerumunan. Di mana ada kerumunan di situ ada potensi. Ada kerumunan kalau masjidnya penuh, ada kerumunan kalau buka bersamanya terlalu ramai dan sebagainya," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (8/4/2021).

Sehingga, kata Kang Emil, untuk mencegah terjadinya kerumunan, pihaknya mengikuti anjuran teknis dari pusat. Salah satunya dengan membatasi kapasitas salat Tarawih di masjid dan menganjurkan tak melakukan kegiatan buka bersama.

"Sehingga sesuai arahan, di tahun ini beribadah Ramadhan diizinkan, tapi DKM-DKM konsisten disiplin untuk menjaga kapasitas hanya 50 persen. Artinya sebagian yang di rumah dianjurkan mengurangi kepadatan termasuk sahur atau buka puasa kita upayakan tetap di rumah," tutur dia.

Sebelumnya, pemerintah telah mengambil keputusan terkait ibadah di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Pemerintah membolehkan salat tarawih dan Idul Fitri dengan catatan harus dengan protokol kesehatan ketat dan terbatas pada komunitas setempat.

"Khusus mengenai kegiatan ibadah selama Ramadhan dan ibadah Idul Fitri, yaitu salat tarawih dan salat Idul Fitri, pada dasarnya diperkenankan atau dibolehkan," kata Menko PMK Muhadjir Effendy dalam konferensi pers virtual, Senin (5/4/2021).

Muhadjir menekankan protokol kesehatan terkait salat tarawih dan Idul Fitri. Protokol kesehatan harus sangat ketat dan jemaahnya diharapkan saling kenal.

"Yang harus dipatuhi adalah protokol harus tetap, prokes harus tetap dilaksanakan dengan sangat ketat. Kemudian jemaahnya boleh di luar rumah, tapi dengan catatan harus terbatas pada komunitas," imbuh dia.

"Jadi di lingkup komunitas di mana jemaahnya memang sudah dikenali satu sama lain," sebut Muhadjir.

(dir/mso)