Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka, Bupati Aa Umbara dan Anaknya Dipanggil KPK

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 11:13 WIB
Ali Fikri
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK memanggil Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan anaknya, Andri Wibawa. Keduanya dipanggil terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan barang tanggap darurat COVID-19.

"Hari ini pemeriksaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun 2020 di kantor KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (9/4/2021).

Keduanya sudah hadir di KPK dan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Aa Umbara dan Andri belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Akan kami informasikan lebih lanjut perkembangannya," ucap Ali mengenai penahanan terhadap keduanya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Aa Umbara sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19. Aa Umbara tidak hadir ke KPK sehingga tidak langsung ditahan.

"Setelah melakukan proses penyelidikan dan menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan pada bulan Maret 2021," ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (1/4).

Selain Aa Umbara, KPK menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka. Mereka ialah Andri Wibawa sebagai swasta dan M Totoh Gunawan sebagai pemilik PT JDG (Jagat Dir Gantara) dan CV SSGCL (Sentral Sayuran Garden City Lembang).

Dari ketiga orang itu, hanya Totoh yang memenuhi panggilan penyidik. Dia telah ditahan KPK.

"Untuk kepentingan penyidikan, tim penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka MTG (M Totoh Gunawan) untuk 20 hari ke depan terhitung mulai tanggal 1 April 2021 sampai 20 April 2021 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur," kata Alexander.

"Sedangkan dua tersangka, yaitu AUS (Aa Umbara Sutisna) dan AW (Andri Wibawa), hari ini telah dilakukan pemanggilan, namun yang bersangkutan mengkonfirmasi tidak bisa hadir karena sakit. Tim penyidik akan melakukan penjadwalan dan pemanggilan ulang yang akan kami informasikan lebih lanjut dan mengingatkan agar para tersangka kooperatif hadir memenuhi panggilan dimaksud," imbuhnya.

Simak Video: KPK Tetapkan Bupati Bandung Barat Tersangka Pengadaan Barang COVID-19

[Gambas:Video 20detik]



(run/haf)