Round-Up

Ragam Peran Tersangka Baru Mafia Tanah Kemayoran

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 06:50 WIB
Polisi mengungkap identitas pendana mafia tanah di Kemayoran, Jakpus telah diketahui.
Foto: Polisi merilis kasus mafia tanah di Kemayoran,Jakpus (Fathan/detikcom)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap 3 tersangka baru dalam kasus mafia tanah di Kemayoran. Tiga tersangka baru ini memiliki peran masing-masing mulai dari pendana hingga penghubung.

Para tersangka ditangkap atas dugaan keterlibatan mafia tanah di Jalan Bungur Besar Raya Nomor 50, Kemayoran, Jakpus. Korban dalam kasus ini mencapai puluhan orang.

Lokasinya merupakan kawasan ruko-ruko perkantoran dan tempat kos. Polisi menyebut para penghuni diintimidasi hingga dipaksa menandatangani persetujuan pengosongan lahan dari para pelaku.

Sembilan tersangka sebelumnya sudah ditangkap lebih dahulu, termasuk salah satunya oknum pengacara ADS. Kini, total tersangka menjadi 12 orang.

"Ada tersangka yang diamankan sesudahnya (3 tersangka lain), yaitu MY, D, dan E," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi dalam keterangannya, Kamis (8/4/2021).

Peran Pendana-Penghubung

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin mengatakan ketiga tersangka itu ditangkap dengan peran masing-masing. Tersangka D adalah penghubung antara tersangka kelompok preman MY, E, ADS, dan AS.

"Tersangka MY sebagai pengurus IKKI yang memberikan surat kuasa kepada ADS perihal menyelesaikan permasalahan lahan," kata Burhanuddin dalam keterangan tertulis.

Sedangkan tersangka E adalah pendana operasional.

"Tersangka E yang mendanai seluruh operasional kelompok preman yang menduduki lahan tersebut," imbuhnya.

Simak halaman selanjutnya, Kapolres Jakpus akan menindak tegas

Tonton juga Video: Gandeng BPN, Polda Metro Perkuat Kolaborasi Berantas Mafia Tanah!

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2