Kasus Mafia Tanah di Jakpus, Pendana Pengacara-Preman Sudah Diketahui

Rahmat Fathan - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 18:44 WIB
Polisi mengungkap identitas pendana mafia tanah di Kemayoran, Jakpus telah diketahui.
Polisi mengungkap identitas pendana mafia tanah di Kemayoran, Jakpus, telah diketahui. (Fathan/detikcom)
Jakarta -

Polres Maetro Jakarta Pusat menyebut oknum pengacara ADS dan 9 preman dalam kasus mafia tanah di Kemayoran, didanai. Polisi kini telah mengantongi identitas pendana tersebut.

"Memang yang kita amankan sekarang baru 9. Tapi ada yang istilahnya, bagi kami, kami sudah mendapatkan identitas siapa pendana preman-preman tersebut," ujar Wakapolres Metro Jakpus AKBP Setyo Koes Heriyanto, di Polres Metro Jakpus, Rabu (10/3/2021).

Hanya, Setyo tidak mengungkap siapa pendana yang dimaksud. Ia juga tidak menerangkan secara spesifik profesi dari pendana ini.

"Jadi saya katakan, identitas yang bersangkutan kalau kami nyatakan tidak semuanya (pejabat atau pengusaha)," ujar Setyo.

Namun, Setyo sedikit mengungkap soal pendana ini adalah orang yang mengklaim atas sebidang tanah dan bangunan yang berada di Jl Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Dugaan kita hanya mafia tanah, yang mengaku memiliki tanah tersebut. Inisial AL," tutur Setyo.

Dalam kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Burhanuddin menyebut identitas pendana terungkap usai pihaknya memeriksa 9 tersangka yang kini telah ditahan polisi. Menurut dia, banyak perkembangan signifikan yang didapat dari hasil pemeriksaan.

"Sehingga dari pendalaman kami, kami sudah menemukan dugaan orang yang membiayai, orang yang menggerakkan," ujar Burhanuddin.

Sebelumnya diberitakan, Satreskrim Polres Metro Jakpus mengungkap kasus premanisme terkait mafia tanah di Jalan Bungur Besar Raya Nomor 50, Kemayoran, Jakpus. Korban dalam kasus ini mencapai puluhan orang.

Lokasinya merupakan kawasan ruko-ruko perkantoran dan indekos. Polisi menyebut para penghuni mendapatkan intimidasi hingga pemaksaan penandatanganan pengosongan lahan dari para pelaku.

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan 9 tersangka. Salah satunya oknum pengacara berinisial ADS.

Polisi menyebut ADS adalah penggerak para pereman. Preman-preman tersebut diperintahkan menduduki lahan tersebut oleh ADS.

Tonton juga Video: Mafia Rumah Senilai Rp 180 M, Polisi Tingkatkan Status Penyidikan

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)