Epidemiolog: Penurunan Pasien di Wisma Atlet Bukan Berarti COVID-19 Terkendali

Dwi Andayani - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 05:50 WIB
Kini isolasi mandiri di DKI Jakarta dianjurkan tidak boleh dilakukan di rumah, telah disediakan tempat khusus seperti salah satunya Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.
RSDC Wisma Atlet (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, tercatat mengalami penurunan drastis. Epidemiolog dari Universitas Airlangga Laura Navika Yamani mengatakan dengan penurunan tak berarti COVID-19 telah terkendali.

"Ya jumlah kasus harian Corona saat ini kecenderungannya menurun baik di rumah sakit maupun di tempat-tempat isolasi. Dengan penurunan ini bukan berarti COVID-19 sudah terkendali," ujar Laura, saat dihubungi Kamis (8/4/2021).

Laura mengatakan, angka positivity rate masih di atas 5 persen. Sehingga menurutnya, penyebaran di komunitas masih terjadi.

"Karena kita tahu bahwa positivity rate masih di atas 5%, sehingga penyebaran di komunitas masih terjadi walaupun keparahan infeksi lebih berkurang saat ini," kata Laura.

Laura menilai, jika masyarakat puas dengan kondisi saat ini dan lengah maka kasus akan kembali meningkat. Resiko peningkatan kasus juga disebut dapat terjadi bila adanya kegiatan mudik.

"Tetapi yang pasti ketika masyarakat lengah dan merasa puas dengan kondisi yang sekarang dikhawatirkan kasus akan meningkat lagi atau kemungkinan gelombang selanjutnya akan muncul. Karena beberapa negara juga sudah muncul gelombang baru," kata Laura.

"Apalagi kemungkinan ada resiko peningkatan kasus ketika ada kegiatan mudik atau pulang kampung saat lebaran," sambungnya.

Senada dengan Laura, epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyebut masyarakat kerap melupakan 3M saat kasus menurun. Selain itu, jumlah testing juga dinilai tidak boleh menurun.

"Kita kan belum jelas nih, ketika menurun, masyarakat lupa 3 M, testing juga menurun, padahal dalam suasana menurun kita harus pertanyakan ini bener menurun? testingnya jangan dikurangin. Kalau menurun itu kita tidak boleh menurun testingnya, karena kita harus yakin dulu," kata Pandu.

Menurutnya, penurunan kasus perlu dilihat berdasarkan 4 indikator. Dimana seluruh keempat indikator ini perlu konsisten mengalami penurunan.

"Harus lihat 4 indikator, kenaikan kasus, testing dulu nggak boleh turun, konfirmasi kasus yang positif, yang paling penting adalah yang bergejala berat harusnya ikut turun juga kalau turun kan bagus. Kemudian yang mati, harusnya konsisten semuanya turun, kalau ada yang tidak konsisten itu harus ada yang ditelusuri. Sehingga sebenarnya pandemi ini masih cukup berbahaya jangan senang dulu, karena kan orang suka menyembunyikan status," tuturnya.

Diketahui, Jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat RSDC Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, tercatat mengalami penurunan drastis. Dari 8.900 kapasitas yang tersedia, kini hanya diisi sekitar 1.500.

"Itu kalau dipersentase sekitar 23 persen dari 8.900 tempat," ucap Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksdya TNI IN G Ariawan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Kamis (8/4/2021).

Aktivitas di Wisma Atlet disebut Ariawan saat ini aman dan kondusif. Menurutnya, grafik perkembangan dari perawatan pasien pada 2-3 minggu terakhir mengalami penurunan.

"Kita melihat grafik perkembangan dari perawatan pasien di sini dalam 2-3 minggu terakhir ini grafiknya terus menurun," ucapnya.

"Mengingatkan kepada kita semua ini menjelang puasa juga menjelang hari raya, untuk kita semua selalu tetap disiplin dengan kesadaran pribadi menerapkan protokol kesehatan," imbuh Ariawan.

Tonton Video: Waspada! Zona Merah Covid RI Naik Jadi 10 Kabupaten Kota

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/mae)