Jokowi Minta Negara D-8 Dorong Akses Vaksin COVID-19 yang Adil

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 21:07 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Biro Pers/Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri KTT ke-10 Developing Eight atau yang biasa disebut KTT D-8. Ada tiga hal yang disampaikan Presiden Jokowi dalam pertemuan KTT D-8 tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyebut negara-negara yang tergabung dalam KTT D-8 ini adalah Indonesia, Bangladesh, Iran, Malaysia, Mesir, Pakistan, Turki, dan Nigeria. Presiden Jokowi, kata Retno, mengingatkan negara-negara D-8 untuk keluar dari krisis pandemi.

"Di dalam pertemuan, Presiden Indonesia menyampaikan bahwa krisis global akibat pandemi harus menjadi batu lompatan bagi negara D-8 untuk terus bergerak maju. Bapak Presiden mengingatkan bahwa negara-negara D-8 memiliki potensi kekuatan untuk maju," kata Retno saat jumpa pers yang disiarkan akun YouTube Setpres, Kamis (8/4/2021).

Negara seperti Iran hingga Pakistan diharapkan dapat mengambil peran agar dunia keluar dari pandemi COVID-19. Tiga hal kemudian disampaikan Jokowi dalam pertemuan tersebut.

"Bapak Presiden mengharapkan D-8 dapat menjadi bagian penting agar dunia dapat segera keluar dari pandemi dan dunia dapat pulih kembali. Dan di dalam KTT tadi Presiden Republik Indonesia menegaskan tiga hal utama di mana D-8 dapat berkontribusi," ujar Retno.

Jokowi menyampaikan D-8 harus mendorong keadilan vaksin COVID-19. Jokowi mengajak negara-negara D-8 menolak nasionalisme vaksin dan mendukung vaksin untuk global.

"Yang pertama, D-8 harus terus dapat mendorong akses adil terhadap vaksin, ketersediaan dan keterjangkauan vaksin merupakan kunci untuk keluar dari krisis ini. Presiden mengajak pimpinan negara-negara D-8 untuk menolak nasionalisme vaksin dan mendukung vaksin multilateral. Ditegaskan Bapak Presiden bahwa vaksin COVID-19 adalah barang publik global," ucapnya.

Oleh sebab itu, dunia dinilai harus bersatu untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin COVID-19. Artinya, dunia harus dapat menggandakan kapasitas produksi. D-8, kata Retno, dapat menawarkan kapasitas produksi yang dimiliki untuk meningkatkan produksi dan mendorong transfer teknologi.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2