Puan Maharani: Warga Bertanya-tanya Mudik Dilarang tapi Wisata Boleh Buka

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 15:05 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani didampingi sejumlah anggota DPR RI melakukan ramah tamah dengan koordinator wartawan DPR RI di Ancol, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Puan mengajak para wartawan agar DPR berkualitas, modern dan bersih.
Ketua DPR RI Puan Maharani (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) konsisten dengan kebijakan terkait pengendalian mobilitas warga untuk mencegah penyebaran COVID-19. Di satu sisi, pemerintah melarang aktivitas mudik, namun di sisi lain tempat wisata tetap dibuka. Kebijakan ini dinilai membingungkan.

Pernyataan itu disampaikan Puan berkaitan dengan larangan aktivitas mudik pada Hari Raya Idul Fitri 2021. Puan mengungkapkan, sebelum akhirnya melarang warga mudik, pemerintah sudah beberapa kali memberi imbauan atau larangan untuk bepergian saat libur panjang. Tapi faktanya, tetap ada peningkatan mobilitas warga pada beberapa hari libur panjang yang lalu.

Puan mengatakan konsistensi penerapan kebijakan di lapangan harus dilakukan untuk mencapai hasil seperti yang diharapkan. Larangan aktivitas mudik harus adil dan konsisten," kata Puan dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).

Puan menyatakan mengatasi penyebaran COVID-19 sekaligus menjaga geliat perekonomian memang tidak mudah. Pelarangan mudik bisa mencegah penyebaran COVID-19, tapi mengurangi putaran perekonomian dari pusat ke daerah.

Puan melanjutkan masyarakat pun masih bertanya-tanya mengapa mudik dilarang tetapi tempat wisata diizinkan buka meski tetap ada pembatasan. Karena itu, dia meminta pemerintah memanfaatkan waktu untuk mematangkan kebijakan terkait mudik, ibadah di bulan Ramadhan, hingga tempat wisata. Ini agar pencegahan penyebaran COVID-19 dan upaya menjaga perekonomian dapat berjalan adil serta efektif.

"Tidak boleh ada lagi kebijakan yang membingungkan masyarakat. Siapkan mekanismenya, sumber daya manusianya, supaya penerapan dan pengawasan di lapangan konsisten," kata Puan.

"Jangan sampai masyarakat yang sudah berkorban tidak mudik, sudah mengikuti aturan, justru kecewa karena orang lain melanggar tapi tidak ditindak karena belum ada payung hukumnya," sambung politikus PDI Perjuangan ini.

Hal lain yang perlu dilakukan, lanjut Puan, adalah sosialisasi yang masif dan efektif supaya masyarakat mau bersama-sama berkorban menunda mudik demi mencegah penyebaran COVID-19.

"Mari kita mawas diri, bersabar menahan kerinduan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, demi kebaikan kita bersama," ungkap Puan.

Simak video 'Mudik Lebaran Ditiadakan, Tempat Wisata Boleh Buka':

[Gambas:Video 20detik]



(hri/fjp)