Pemprov DKI Bakal Sanksi Apartemen yang Jadi Tempat Prostitusi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 20:05 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mewanti-wanti pengelola apartemen untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap praktik prostitusi di lingkungannya. Bahkan, Riza akan mempertimbangkan memberikan sanksi bagi pengelola apartemen yang lalai akan hal ini.

"Saya kira perlu kita pertimbangkan, pengelola yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, saya kira perlu kita pertimbangkan untuk berikan sanksi, nanti kita akan kaji terlebih dahulu," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2021).

Riza mengingatkan agar pengelola tidak sekadar mencari keuntungan dalam berbisnis dengan mengizinkan praktik prostitusi. Apalagi, jika harus mengorbankan anak di bawah umur.

"Kami juga mengajak seluruh masyarakat, para pengelola apartemen dalam mengelola, tidak sekadar mencari keuntungan dari pengelolaan, sewa, jual beli apartemen. (Pengelola harus) Memastikan lingkungannya, apartemennya aman dan jauh dari tempat-tempat prostitusi tersebut. Apalagi anak-anak kita yang masih di bawah umur, ini menjadi tugas kita semua," ucapnya.

Menurut Riza, dibutuhkan proses panjang untuk menyelesaikan permasalahan prostitusi, khususnya di Ibu Kota. Untuk itu, dia meminta seluruh warga bersinergi memberantas prostitusi di Jakarta.

"Tidak bisa kita selesaikan dalam waktu cepat seperti membalikkan telapak tangan, semua butuh waktu, butuh proses, yang penting pemerintah punya komitmen, konsistensi yang tinggi untuk membuat regulasi sebaik mungkin, menghadirkan aparat, melakukan kampanye, sosialisasi, berkolaborasi, bersinergi, mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengatasi berbagai masalah bangsa, masalah Jakarta, Ibu Kota, untuk bersinergi positif," ucapnya.

"Yang penting, kami mendorong pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi semua masalah apapun di Jakarta ini," sambungnya.

(fas/fas)