FUI Medan Bantah Bubarkan Kuda Kepang, Cerita Detik-detik Diserang

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 19:33 WIB
Pembubaran kuda kepang di Medan Sunggal, Medan, Jumata (2/4/2021).
Pembubaran kuda kepang. (Foto: Video Amatir)
Medan -

Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara (Sumut) menceritakan peristiwa kericuhan yang terjadi saat pembubaran pertunjukan kuda kepang di Medan. FUI mengaku pihaknyalah yang diserang saat kericuhan itu.

Ketua FUI Kota Medan Nursarianto awalnya memastikan proses pembubaran itu dilakukan atas kehendak kepala lingkungan (kepling). Pembubaran dilakukan demi menghindari kerumunan dan mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19.

"Keributan itu terjadi pada hari Jumat (2/4) sekitar pukul 17.00 WIB. FUI tidak membubarkan kuda lumping, yang membubarkan itu kepling," kata Nursarianto kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).

Nursarianto menyebut kepling yang membubarkan itu merupakan anggota dari FUI Kota Medan. Alasan pembubaran lainnya, acara kuda kepang itu tidak berizin.

"Saat itu FUI mengantarkan kepling yang anggota FUI pulang dari acara peresmian kantor Gerindra Medan Deli. Saat sampai di rumahnya, ada pertunjukan kuda lumping. Saat itu spontan kepling yang kebetulan memakai baju FUI membubarkannya," ucap Nursarianto.

"Alasan pembubaran karena tidak ada izin dan melanggar kerumunan di masa pandemi COVID-19 ini," imbuhnya.

Nursarianto menyebut ada personel dari kepolisian dan TNI yang juga meminta acara dibubarkan saat itu. Dia mengatakan tim dari pemain kuda lumping juga telah pulang setelah acara diminta bubar karena tidak memiliki izin.

"Setelah bubar, FUI menuju mobil di perumahan Gria House dekat lokasi acara untuk pulang. Saat sampai di perumahan, masyarakat pengundang (pemain kuda lumping) menyerang laskar FUI mengakibatkan satu laskar FUI terluka dan sudah melapor ke Polsek Medan Sunggal," jelas Nursarianto.

Sebelumnya, video adu pukul antara anggota FUI dan sejumlah warga saat pembubaran pertunjukan kuda kepang ini viral. Polisi mengatakan tengah menyelidiki kasus ini dan telah memeriksa 15 saksi.

"Masih penyelidikan. Dua pihak saling lapor, dari dua pihak ini semuanya mungkin sudah ada 15 orang yang diperiksa," jelas Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak, Rabu (7/4).

Sementara itu, Camat Medan Sunggal, Indra Mulia Nasution, mengakui kepala lingkungan (kepling) yang membawa anggota FUI untuk membubarkan pertunjukan kuda kepang itu. Kepling itu pun diberi peringatan.

"Iya (kepling yang bawa anggota FUI). Tindakan dia di luar etika sebagai kepala lingkungan," kata Indra saat dihubungi, Kamis (8/4/2021).

(gbr/zak)