Muncul Spanduk 'Tegakkan Khilafah', Munarman Minta Tindakan Fitnah Disetop

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 16:43 WIB
Spanduk Bela Habib Rizieq dicopot Satpol PP Jaktim.
Spanduk 'Bela Habib Rizieq' dicopot Satpol PP Jaktim. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Satpol PP menurunkan spanduk bertulisan 'Bela Habib Rizieq' di jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jl Dr Sumarno, Pulogebang, Cakung, Jaktim. Spanduk tersebut terpasang di dekat gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Kepala Satpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan spanduk tersebut dicopot pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB. Menurut Budhy, spanduk tersebut dicopot lantaran melanggar Pasal 52 Perda 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Udah, udah diturunin, kebetulan ada di JPO dekat kantor Wali Kota, karena kita juga kan sedang berkonsentrasi ikut BKO (bawah kendali operasi) pengamanan sidang ya. Relatif dekat PN Jaktim. Kebetulan kita dapat tugasnya di JPO dan beberapa plotingan yang ditentukan oleh Polres. Nah, pas di situ ada spanduk, ya kita turunkan karena memang melanggar," ujar Budhy saat dihubungi detikcom, Selasa (6/4/2021).

Dari foto yang diperoleh detikcom, spanduk tersebut bertulisan 'Bela Habib Rizieq-Mari Tegakan Khilafah di Indonesia'. Pada spanduk itu juga terpajang foto Munarman.

Tidak diketahui siapa yang memasang spanduk tersebut. Budhy juga tidak mengetahui sejak kapan spanduk tersebut terpasang.

Saat dimintai konfirmasi apakah pemasangan spanduk tersebut berkaitan agenda sidang putusan sela kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung Habib Rizieq Shihab (HRS) yang digelar di Pengadilan Negeri Jaktim hari ini, Budhy menduga demikian.

"Iya, sepertinya seperti itu. Cuma kita nggak tendensi kepada spanduk yang bunyinya khusus. Tapi spanduk apa pun juga kalau memang dipasang melanggar, kita akan turunkan," ucapnya.

Budhy menegaskan Satpol PP mencopot spanduk tersebut karena melanggar Perda.

"Jadi tidak tendensius dengan spanduk siapa pun. Jadi ketika spanduk itu dipasang tidak sesuai dengan ketentuan, kita ada aturannya. Pasal 52 Perda 8 Tahun 2007 bahwa setiap orang atau badan dilarang untuk memasang spanduk di sarana umum. Baik pembatas jalan, JPO, taman, di pohon, itu tidak boleh," tutur dia.

"Jadi siapa pun ditulis spanduk, bunyinya apa pun, dari mana pun, akan kita lakukan penertiban," sambung Budhy.

Dia lantas mengimbau agar masyarakat mematuhi aturan pemasangan spanduk. Budhy juga menjamin pihaknya akan membantu masyarakat yang hendak memasang spanduk ataupun sejenisnya.

"Untuk menciptakan Jakarta nyaman, tertib, bersih, indah, dalam hal pemasangan spanduk, hendaknya dikoordinasikan dengan Satpol PP. Kita akan bantu mengamankan dengan memberikan rekomendasi untuk pemasangan pada titik-titik yang diperkenankan," jelasnya.

Bagaimana tanggapan Munarman soal ini? Simak di halaman selanjutnya

Saksikan juga 'Munarman Singgung Pasal Tempelan untuk Jerat Habib Rizieq':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2