IDI Jelaskan Bahaya Silikon Industri untuk Filler Payudara

Rahmat Fathan - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 21:31 WIB
Polisi tangkap pelaku filler payudara abal-abal ke dua model di Jakbar.
Polisi menangkap pelaku filler payudara abal-abal ke dua model di Jakbar. (Fathan/detikcom)
Jakarta -

SR, dokter gadungan, ditetapkan tersangka kasus malpraktik filler payudara di Jakarta Barat. Korbannya dua model berinisial CT dan WT, yang disuntik filler menggunakan cairan silikon industri.

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakbar, dr Dollar, menyampaikan silikon industri sangat berbahaya bagi tubuh. Sebab, cairan tersebut tak digunakan dalam dunia medis ataupun kecantikan.

"Risikonya kalau misalkan silikon industri masuk ke tubuh kita itu bisa terjadi infeksi, abses, bernanah kalau bahasa awamnya itu. Dan bisa sampai ke kematian itu," ujar Dollar di Polres Metro Jakarta Barat, Jalan S Parman, Grogol, Jakbar, Selasa (6/4/2021).

Dollar menjelaskan filler itu adalah suatu pengisi jaringan lunak yang disuntikkan di bawah permukaan kulit. Filler dilakukan guna pemadatan dan menambah volume pada bagian tubuh tertentu.

"Yang digunakan adalah memang silikon yang untuk itu. Tapi kan orang mau cepat, ini (SR) pakai silikon yang untuk industri, yang nggak boleh dipakai, bisa buat kaca juga dan sebagainya. Itu kan bahaya sekali itu," ucapnya.

Di samping itu, Dollar menegaskan dokter yang berpraktik di sebuah hotel adalah dokter gabungan. Sebab, seorang dokter terikat peraturan yang jelas, begitu pula ihwal tempat praktiknya.

"Jadi ini mengaku sebagai dokter. Padahal dokter ada tempat praktik, tidak dilakukan di hotel-hotel. Kepada masyarakat saya imbau, kalau ada praktik-praktik di hotel, laporkan kepada kami. Laporkan kepada polisi," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Metro Jakbar Kombes Ady Wibowo menyebut SR tidak memiliki tempat praktik. Selama ini, SR melakukan suntik filler kepada para pasiennya secara home service.

"Perlu saya sampai ke rekan-rekan, tersangka SR tidak memiliki praktik tempat khusus, dia home service bisa dipanggil. Disepakati oleh kedua belah pihak antara korban dan tersangka di suatu hotel di wilayah Taman Sari, dilakukanlah kegiatan filler payudara kepada kedua korban tersebut," kata Ady.

Lihat juga video 'Apakah Suntik Filler Payudara Sebabkan Kematian?':

[Gambas:Video 20detik]



(mei/mei)