Kasus Filler Payudara di Jakbar, 298 Botol Cairan Silikon Industri Disita

Rahmat Fathan - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 16:32 WIB
Polisi tangkap pelaku filler payudara abal-abal ke dua model di Jakbar.
Foto: Polisi tangkap pelaku filler payudara abal-abal ke dua model di Jakbar. (Fathan/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkap penjualan cairan silikon industri di kasus malpraktik filler payudara. Dalam kasus ini, polisi menyita 298 botol cairan silikon industri.

"Kami mengamankan tersangka ML di mana yang bersangkutan adalah orang yang selalu dihubungi SR untuk menjual cairan tersebut. Sebanyak 298 botol kita amankan," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo dalam konferensi persnya di Jl S Parman, Grogol, Jakbar, Selasa (6/4/2021).

Ady menyampaikan, 298 botol tersebut sama dengan 298 liter cairan silikon industri. Dia berujar, jumlah tersebut dapat digunakan untuk 1.000 orang.

Polisi juga telah memeriksa kandungan cairan di dalam filler tersebut. Menurut Ady, cairan itu merupakan cairan silikon industri yang berbahaya jika dipakai untuk kecantikan.

"Setelah kita pengecekan bahwa cairan filler ini adalah cairan silikon industri. Ada beberapa jenis silikon, tapi yang ada di depan kita ini adalah silikon industri. Yang tidak digunakan atau tidak diperbolehkan dalam kesehatan atau kecantikan," ucapnya.

Ady menyebut ada dua korban dalam kasus ini yaitu CT dan WT. Keduanya merasakan demam hingga mengeluarkan nanah di bagian tubuh yang disuntikkan cairan filler tersebut.

"Efek dari pada filler tersebut kedua korban ini merasa demam. Badannya tidak enak dan dari payudara bekas suntikan tersebut mengeluarkan cairan nanah," kata Ady.

Dia mengatakan, SR mengaku masih ada belasan orang lagi selain CT dan WT yang memakai jasanya. Ady lantas mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat hendak melakukan filler payudara dan semacamnya.

"Kami ingin sampaikan ke publik agar lebih berhati-hati. Praktik-praktik ini kami yakini masih ada di luar sana. Tentunya harus jadi suatu kewaspadaan agar lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan," tutur dia.

(mea/mea)