Survei SMRC: Pemilih Anies-Sandi Cenderung Tak Setuju FPI Dibubarkan

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 18:42 WIB
Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad,
Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad (Foto: dok. screenshot YouTube SMRC)
Jakarta -

Lembaga survei SMRC merilis tentang sikap publik nasional terhadap HTI dan FPI. Hasilnya pemilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno cenderung tidak setuju FPI dibubarkan.

Survei tersebut dilakukan pada rentang 28 Februari hingga 8 Maret 2021. Survei yang dilakukan terhadap 1.064 responden dengan metode multistage random sampling, margin of error kurang lebih 3,07 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling. Responden terpilih dilakukan secara tatap muka. Kemudian dilakukan quality control dengan mendatangi kembali 20 persen responden yang sudah diwawancarai.

Survei ini dilatarbelakangi ada peristiwa bentrok yang mengakibatkan 6 laskar FPI tewas. Serta pada akhir Desember 2020 pemerintah telah membubarkan FPI dan melarang kegiatannya. Tiga tahun sebelumnya (2017) pemerintah juga telah membubarkan HTI.

Hasil survei SMRC menyatakan ada 71 persen responden menyatakan pernah dengar atau tahu tentang FPI, sedangkan yang menyatakan tidak tahu atau tidak pernah dengar 29 persen.

Lalu kepada yang tahu organisasi FPI itu ditanya lagi 'apakah bapak/ibu tahu bahwa pemerintah telah resmi membubarkan FPI dan melarang kegiatan yang dilakukan atas nama FPI. Dari 71 persen yang tahu FPI itu, sebanyak 77 persen responden diantaranya menjawab ya tahu bahwa organisasi FPI telah dilarang dan aktivitasnya juga dilarang.

Survei SMRC menyampaikan dari responden yang tahu FPI dibubarkan, paling banyak responden dengan basis massa pendukung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang paling tidak setuju. Sedangkan yang setuju FPI dibubarkan adalah responden dengan basis massa pendukung Tri Rismaharini 88 persen, disusul basis massa pendukung Ganjar Pranowo 80 persen.

"Di antara yang tahu dan paling banyak tidak setuju dengan pembubaran FPI datang dari massa pemilih Anies Baswedan yaitu 73 persen, kemudian Sandiaga Uno 55 persen," kata Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad, dalam rilis survei bertajuk 'sikap publik nasional terhadap FPI dan HTI', yang disiarkan di YouTube SMRC, Selasa (4/6/2021).

Sedangkan di antara yang tahu, yang paling banyak tidak setuju dengan pelarangan HTI adalah pemilih AHY (34%), kemudian Prabowo (26%) dan Anies (25%). Sedangkan yang paling banyak setuju HTI dibubarkan adalah pemilih Ganjar Pranowo (95%), Ridwan Kamil (90%).

Sedangkan dari responden berbasis pemilih partai diantara yang tahu, yang paling banyak tidak setuju dengan pelarangan HTI adalah massa pemilih PKS 47 persen. Sedangkan basis massa pendukung PAN dan PKS cenderung tidak setuju FPI dibubarkan.

"Lalu diantara yang tahu, yang paling banyak tidak setuju dengan pembubaran FPI adalah massa pemilih PAN yaitu 76 persen, PKS 68% dan PPP 66 persen," ujarnya.

"Sikap terhadap pelarangan atau pembubaran HTI dan FPI lebih besar pada warga yang menilai kondisi ekonomi, kondisi politik, kondisi keamanan dan penegakan hukum nasional sekarang buruk atau sangat buruk," ungkapnya.

Kemudian berdasarkan survei SMRC. di antara yang tahu, yang tidak setuju dengan pelarangan atau pembubaran FPI cenderung lebih besar pada warga yang berusia 26-40 tahun dan yang berpendidikan SLTA.

SMRC merinci dari segi sebaran wilayah diantara yang tahu dan setuju dengan pelarangan HTI lebih besar dari warga Banten dan Sumatera. Sementara FPI penolakan untuk pelarangan atau pembubaran datang dari wilayah DKI Jakarta dan massa dari Banten.

Simak juga video 'Survei Charta Politika: Prabowo Jadi Capres Terkuat 2024':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/tor)