Survei SMRC: Responden Takut Bicara Politik Cenderung Pendukung AHY-Anies

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 16:14 WIB
Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad,
Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad (Foto: dok. screenshot YouTube SMRC)
Jakarta -

Lembaga survei SMRC merilis hasil survei terkait isu masyarakat takut bicara masalah politik. Hasilnya sebanyak 39 persen masyarakat takut bicara politik.

Survei tersebut dilakukan pada rentang 28 Februari hingga 8 Maret 2021. Survei yang dilakukan terhadap 1.064 responden dengan metode multistage random sampling, margin of error kurang lebih 3,07 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling. Responden terpilih dilakukan secara tatap muka. Kemudian dilakukan quality control dengan mendatangi kembali 20 persen responden yang sudah diwawancarai.

Survei ini dilatarbelakangi ada peristiwa bentrok yang mengakibatkan 6 laskar FPI tewas. Serta pada akhir Desember 2020 pemerintah telah membubarkan FPI dan melarang kegiatannya. Tiga tahun sebelumnya (2017) pemerintah juga telah membubarkan HTI.

Survei itu juga akan menjawab bagaimana publik menilai isu kebebasan sipil, bagaimana warga bisa berbicara soal politik dan berbicara soal agama. Serta isu soal kriminalisasi agama dan isu pembatasan terhadap dakwah.

SMRC menanyai responden dengan pertanyaan 'tolong nyatakan pendapat Ibu/Bapak terhadap pernyataan-pernyataan di bawah ini. Di negara kita sekarang seberapa sering kejadian berikut terjadi, apakah selalu sering, jarang atau tidak pernah? ..% Sekarang masyarakat takut berbicara tentang masalah politik'.

Hasilnya responden menjawab:

1. 7,1 persen responden menyatakan selalu takut
2. 32,1 persen responden menyatakan sering takut
3. 33,3 persen responden menyatakan jarang takut
4. 20,2 persen responden menyatakan tidak pernah takut
5. 7,2 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak jawab.

"Kalau kita jumlah yang menyatakan selalu dan sering masyarakat sekarang takut bicara politik jumlahnya ada 39 persen," kata Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad, dalam konferensi pers bertajuk Rilis Survei SMRC: Sikap publik nasional terhadap FPI dan HTI, yang ditayangkan di SMRC TV, Senin (6/4/2021).

Jika dilihat trendnya, terdapat trend kenaikan dari mereka yang menyatakan bahwa responden sekarang takut berbicara masalah politik.

Adapun jika dilihat dari basis massa pemilih calon presiden yang mengemuka saat ini, kecenderungan responden yang merupakan pendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebanyak 52 persen dan Anies Baswedan 51 persen cenderung mempersepsikan bahwa masyarakat takut bicara politik.

"Kalau dilihat dari massa pemilih calon presiden bahwa kecenderungannya massa pemilih AHY dan Anies Baswedan justru jauh lebih dominan atau cenderung mempersepsi bahwa masyarkat sekarang selalu atau sering takut bicara politik," ungkapnya.

Lebih lanjut jika dilihat dari basis massa pemilih partai, massa pemilih partai PPP (62%) dan PAN (61%) yang menyatakan saat ini masyarakat sering atau selalu takut bicara politik.

"Kalau dinilai dari penilaian terhadap kinerja Jokowi secara umum ada kecenderungan bahwa warga yang menilai tidak puas terhadap kinerja Presiden relatif cenderung menyatakan masyarakat sekarang mengalami penurunan kebebasan sipil dilihat dari masyarakat yang takut secara politik, penangkapan semena-mena, takut ikut berorganisasi dan takut menjalankan agama," ujarnya.

Simak juga 'Anies Hingga Prabowo Jadi Capres Teratas Pilihan Anak Muda Versi Indikator':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/tor)