detikcom Do Your Magic

Dishub DKI Usul Portal S agar Pemotor Tak Putar Balik di Trotoar Kuningan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 17:59 WIB
Portal S sebagai pembatas atau bollard di Jatibaru. Pembatas ini bisa dipasang di trotoar depan Kuningan City.
Portal S sebagai pembatas atau bollard di Jatibaru. Pembatas ini bisa dipasang di trotoar depan Kuningan City. (Dok. Dishub DKI Jakarta)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pernah menyebut akan membangun pembatas di trotoar depan Kuningan City, Jakarta Selatan. Namun, Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga pernah menyebut tidak akan mempersempit jarak bollard karena mementingkan akses kursi roda.

Namun, ada bollard yang menghambat pemotor tapi tetap bisa sebagai akses kursi roda. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyebut ada contoh bollard yang bisa digunakan.

Kabid Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta Rudy Saptari mengirim foto bollard berbentuk S. Bollard ini disebut sebagai portal S. Portal S terbuat dari stainless steel dan berbentuk lengkungan S. Pengguna kursi roda bisa melewati portal S ini.

Supaya lebih maksimal menghalangi pemotor bandel, bollard yang panjang dipasang rapat di samping portal S. Pembatas portal S itu sudah dipasang di daerah Jatibaru, jadi ini bukan barang baru.

"Ini contoh di bawah flyover Cideng, Jatibaru. Bollard-nya rapat, kursi roda bisa masuk di jalur tiang stainless-nya. Ini salah satu teknis saja," kata Rudy saat dihubungi, Selasa (6/4/2021).

Sampai saat ini, pembatas belum dipasang di kawasan trotoar tersebut. Dishub yang telah mengajukan surat disebut belum menerima informasi tindak lanjut dari Bina Marga. "Belum ada," kata Rudy.

Peneliti tata kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna menyebut model portal S sudah diterapkan di beberapa tempat di Jakarta. Tinggal koordinasi dari Dinas Perhubungan dan Bina Marga mengenai desain yang baik dan cantik ditempatkan di lokasi.

"Kerja sama aja, yang bagus desainnya seperti apa. Desainnya seperti apa. Sama-sama Dinas DKI," ujarnya.

Selain itu, Yayat menyarankan ada pengamanan ganda. Dalam hal ini memasang kamera CCTV untuk menerapkan tilang elektronik atau e-TLE.

"(Dishub) kerja sama dengan polisi. Sehingga sepeda motor melintas ditilang aja. Atau kasih CCTV, tilang e-TLE. Ditulis di lokasi (spanduk), 'Kalau melintas di sini ditilang e-TLE. Dishub biayai pemasangan kamera, kerja sama dengan pihak kepolisian. Jadi, dobel, siapa yang bandel kena sanksi," ucapnya.

Trotoar penyeberangan pejalan kaki jadi tempat putar balik pemotor di Jl Prof Dr Satrio, Kuningan, Jaksel, 22 Maret 2021. (Kadek Melda Luxiana/detikcom)Trotoar penyeberangan pejalan kaki jadi tempat putar balik pemotor di Jl Prof Dr Satrio, Kuningan, Jaksel, 22 Maret 2021. (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
(aik/dnu)