Pemkot soal Rumah di Kp Melayu Direnovasi ala Panggung: Agar Tak Kena Banjir

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 16:25 WIB
Proyek rumah model panggung ini ditargetkan rampung sebelum Idul Fitri tahun ini.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Renovasi 40 rumah langganan banjir di Kampung Melayu, Jakarta Timur (Jaktim), menjadi model panggung terus bergulir. Pemkot Jaktim menyatakan desain rumah vertikal ini diharapkan bisa melindungi harta benda warga ketika dilanda banjir.

"Diantaranya bukan mencegah banjir, ketika banjir mereka nggak kena. Kan setiap banjir rusak perabotan-perabotannya. Kita kan banjir ini ada kiriman dan lokal," kata Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar saat dikonfirmasi, Selasa (6/4/2021).

Menurut Anwar, kawasan ini kerap dilanda banjir kiriman dari wilayah lain. Banjir ini, sebutnya, membuat warga mengalami kerugian yang besar hingga mengalami kemiskinan.

"Banjir buat kemiskinan (bagi) mereka. Perabotannya rusak, pakaiannya rusak dan sebagainya. Makanya pak gubernur mencoba provinsi melayangkan (ke) Baznas, bukan APBD, membuat satu inovasi," jelasnya.

Anwar menyoroti RT 13 RW 04 Kampung Melayu ini merupakan kawasan kumuh dan padat penduduk. Di sisi lain, mayoritas warga merupakan pelaku UMKM.

Untuk itu, pihaknya mendesain lantai bawah rumah panggung tersebut bisa diperuntukkan bagi kegiatan usaha serta aktivitas warga.

"Rumah itu 3 lantai. Di atas rumah, di atas rumah lagi, di bawah sekali buat kegiatan mereka. Tempat bisnis semacam UMKM. Mereka buat kue kering dan sebagainya. Buat interaksi masyarakat," ucapnya.

Tak hanya itu, Anwar berkomitmen mengubah perilaku warga sekitar melalui program pemberdayaan serta pembinaan.

"Jadi diharapkan bukan rumahnya juga, manusia diubah perilakunya. Kan kawasan itu kumuh, kalau Anda masuk sana jemuran di mana-mana, kita mau ubah," imbuhnya.

"Di samping kita beri sarana-prasarana, program pak gubernur kita juga berikan pemberdayaan, pembinaan kepada manusianya supaya perilakunya berubah sesuai dengan tempat yang akan ditempati nanti," sambungnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melalui Pemkot Jakarta Timur merenovasi 40 rumah di Kampung Melayu, Jakarta Timur, menjadi model panggung. Dana yang dianggarkan untuk renovasi satu rumah Rp 79,8 juta per unit.

"Sementara teranggarkan Rp 79,8 juta per rumah. Angka bisa berubah disesuaikan dengan kondisi di lapangan," kata Anwar pada Selasa (6/4).

Saat ini pembangunan tahap pertama sedang bergulir. Pembangunan ini diawali dengan pembongkaran 18 unit rumah di kawasan ini serta pemasangan fondasi cakar ayam.

"Per 4 April telah selesai pekerjaan fondasi cakar ayam, balok sloof, lalu telah dimulai pekerjaan struktur kolom (tiang) dan bekisting balok bangunan," jelasnya.

Dilihat detikcom, desain kampung vertikal terbagi menjadi tiga zona, yakni zona pendidikan, zona bermain, dan zona ekonomi. Kemudian, ruang terbuka hijau (RTH) akan diposisikan di gang-gang yang tersedia di sekitar situ.

Untuk fondasi rumah panggung akan dibuat setinggi 0,3 meter. Kemudian, lantai 1 setinggi 3,2 meter akan dibangun teras, dapur, serta ruang tamu. Lantai 2 dan 3 yang masing-masing setinggi 2,4 meter dan 3,34 meter akan dibangun kamar tidur dan ruang bersama.

(maa/maa)