Suara Mahasiswa

GMNI Ada Dua, Kubu Mana yang Sah?

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 16:06 WIB
Massa GMNI berdemo di kantor Freeport dan Kementerian ESDM, Jumat (24/2/2017)
Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom
Jakarta -

Saat ini, ada dua kelompok yang mengatasnamakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Awal mula adanya dua kelompok itu, berasal dari Kongres Ambon tahun 2019.

Dua DPP GMNI yang pertama adalah DPP GMNI dengan Ketua Umum Arjuna Putra Aldino. DPP GMNI yang kedua dipimpin oleh ketua Umum Imanuel Cahyadi. Terjadi dua kongres di Ambon, Kongres di Kristiani Center menghasilkan Ketua Umum Imanuel, sementara kongres di Hotel Amaris menghasilkan Ketua Umum Arjuna.

Awalnya, kongres memang diselenggarakan di Kristiani Center. Namun, terjadi keributan saat sidang pemilihan ketua sidang tetap yang dipimpin oleh Robaytullah Kusumah Jaya, selaku Ketua Umum DPP GMNI tahun 2017-2019. Palu sidang diambil peserta.

"Kericuhan ramai, waktu itu DPP lama, sebelum demisioner harus dengarkan keinginan peserta kongres. Malah tidak menanggapi. Makanya palu sidang sampai diambil oleh peserta," ucap salah satu pengurus DPP GMNI kubu Imanuel, Andi Wahyudin, saat dihubungi, Selasa (6/4/2021).

"Iya, mereka ada masukan. Karena persoalan itu, palu sidang dibawa lari GMNI Cabang Madura. Itu hal biasa, dinamika. Masuk lagi, sidang seperti biasa," ujar Andi.

Setelah itu, Robaytullah tidak lagi hadir di lokasi kongres di Kristiani Center. Padahal, ada agenda laporan pertanggungjawaban kepengurusan DPP selama satu periode.

"Ketum ini tidak mau hadir, kubu sebelumnya, sampai sehari full. Saya peserta juga (saat itu). Robaytullah-pun tidak muncul. Akhirnya kita minta DPP (yang ada) lapor seadaanya," ucap Andi.

Kemudian, Andi menyebut peserta kongres memecat Robaytullah karena tidak hadir dalam kongres. Keputusan itu, disebut sebagai keputusan bersama.

"Nggak ada LPJ (Laporan Pertanggungjawaban)-nya. Sampai-sampai peserta kongres pecat karena nggak datang. Peserta kongres anggap Ketum yang lama lari dari tanggung jawab," ujarnya.

Kemudian, Andi mengaku kaget karena mendengar ada penyelenggaraan kongres di Hotel Amaris, padahal kongres di Kristiani Center masih berlangsung. Selain itu, kongres di Hotel Amaris telah menetapkan Arjuna Putra sebagai Ketua Umum DPP GMNI.


"Tidak lama, Arjuna deklarasi kemenangan di hotel. Alasan preman masuk (saat kejadian kericuhan). Padahal tidak ada. Alibi mereka ada preman masuk," katanya.

Arjuna Putra, saat dihubungi terpisah, mengakui adanya pemindahan kongres. Menurutnya Arjuna, Robaytullah beralasan demi keamanan kongres.

"Ada sejumlah kelompok preman yang masuk dalam arena mengintimidasi peserta dan sejumlah peserta diturunkan statusnya/dihilangkan hak suaranya oleh Ketua DPP Bidang Organisasi periode 2017-2019. Melihat kondisi ini, Ketua Umum DPP GMNI 2017-2019 beserta Sekretaris Jenderal dan pengurus DPP GMNI memutuskan memindahkan tempat kongres demi kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan kongres," kata Arjuna.

Arjuna menyebut, kongres di Hotel Amaris-pun memiliki legistimasi karena diikuti oleh pengurus cabang dan pengurus daerah yang jadi peserta.

"Kongres di hotel Amaris Ambon diikuti oleh 81 cabang definitif dari sekitar 133 cabang definitif yang terdaftar sebagai peserta penuh, 4 dewan pimpinan daerah definitif dari 6 DPD yang ada, 6 cabang caretaker dan 4 dewan pimpinan daerah caretaker, serta menegaskan dukungannya pada Arjuna-Dendy," katanya.

Kemenkum HAM memberikan SK kepada salah satu kubu. Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2