Suara Mahasiswa

GMNI Imanuel Sebut Bom Makassar Upaya Pecah Belah NKRI

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 21:16 WIB
Massa GMNI berdemo di kantor Freeport dan Kementerian ESDM, Jumat (24/2/2017)
Massa GMNI (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Jakarta -

DPP GMNI pimpinan Imanuel Cahyadi menyoroti aksi teroris meledakkan bom di depan Gereja Katedral Makassar. Menurut Sekjen DPP GMNI Sujahri Somar, ada upaya untuk memecah belah NKRI.

"Serangan bom bunuh diri ini merupakan upaya untuk merusak persatuan NKRI, dan para teroris ini menyerang salah satu fondasi utama persatuan bangsa ini, yakni kerukunan antarumat beragama," kata Sujahri dalam keterangan, Selasa (30/3/2021).

Sujahri berpendapat, Detasemen Khusus (Densis) 88 Antiteror Polri gencar meringkus diduga teroris di berbagai pada tahun ini. Karena itu, seharusnya sudah diduga akan ada potensi balas dendam.

Tapi, kata Sujahri, aparat intelijen tidak mampu mendeteksi aksi teroris tersebut. Hasilnya, peristiwa ledakan di Katedral Makassar itu pun terjadi.

"Sehingga ledakan Makassar ini sesungguhnya 'tamparan' bagi BIN (Badan Intelijen Negara). Dan tamparan itu seharusnya membuat BIN lekas mengevaluasi cara kerjanya," ujarnya.

Selain itu, penanggulangan terorisme harus terus digalakkan oleh BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dengan menggunakan beragam pendekatan. "Jangan sampai anggaran negara yang sangat besar bagi BNPT, menjadi sia-sia karena terorisme tak kunjung lenyap di bumi Indonesia," tegas Sujahri.

Seperti diketahui, dua orang pasangan suami istri melakukan bom bunuh diri di depan Katedral Makassar pada Minggu (28/3). Ada tujuh orang ditangkap karena diduga berkaitan dengan bom bunuh diri di depan Katedral Makassar adalah AS, SAS, MR, AA, MM, M, dan MAN. Tiga terakhir baru ditangkap, yakni MM, M, dan MAN, di Makassar, Sulsel.

Simak Video: Teror Bomber Milenial

[Gambas:Video 20detik]



(aik/dnu)