Round-Up

Abu-abu Jejak Buronan Ketua PDIP Paluta Meski Triwulan Sudah Berlalu

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 07:22 WIB
Ketua PDIP Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Syafaruddin Harahap
Buron kasus penggelapan, Syafaruddin Harahap (Foto: Dok. Istimewa)
Medan -

Keberadaan Ketua PDIP Padanglawas Utara (Paluta) nonaktif, Syafaruddin Harahap, masih abu-abu. Syafaruddin masih buron setelah 3 bulan berlalu.

Syafaruddin awalnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Negeri Paluta terkait kasus penggelapan sejak Desember 2020. Dia dinilai tak kooperatif melaksanakan putusan MA nomor: 923 K/Pid/2019.

Bulan terus berganti, namun keberadaan Syafaruddin belum juga diketahui. Pihak Kejari memastikan Syafaruddin terus diburu.

"Masih proses pencarian," kata Kepala Seksi Bidang Intelijen Kejari Paluta, Budi Darmawan, saat dimintai konfirmasi, Senin (5/4/2021).

Budi meminta warga yang melihat Syafaruddin untuk melapor. Dia berharap Syafaruddin segera ditemukan.

"Kita memang terus mencari keberadaan yang bersangkutan. Pesan dari pimpinan apabila masyarakat mengetahui keberadaan yang bersangkutan agar segera memberitahukan atau menginformasikan ke Kejari Paluta melalui no HP 081344078118," sebut Budi.

Terjerat Kasus Penggelapan

Syafaruddin menjadi buron usai dijatuhi vonis 2 tahun penjara dalam kasus penggelapan. Budi menyebut kasus ini terkait surat tanah.

"Kasusnya penggelapan, yang digelapkan surat yang menerangkan soal tanah," kata Budi Darmawan, Selasa (22/12).

Kasus ini berawal saat Syafaruddin menerima kuasa mengurus tanah warisan seluas 2.500 hektare oleh seorang warga bernama Mahadewa Harahap. Menurut Budi, warga tersebut meninggal dunia dan tanah itu diserahkan kepada anaknya, Bangsa Alam.

"Di kemudian hari Bangsa Alam meninggal dan dilanjutkan oleh Tetty br Harahap," ujarnya.

Syafaruddin kemudian sempat meminjam surat tanah itu kepada Tetty. Namun, Syafaruddin tidak mau menyerahkannya kembali.

"Tety meminta surat tersebut dan terpidana tidak mau menyerahkan surat tersebut kepada Tetty. Makanya, Tety melaporkan terpidana sehingga naiklah perkara ini," jelasnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Tonton juga Video: Buron Samin Tan Ditangkap, Kini Masih Diperiksa Penyidik KPK

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2