Kontroversi Gubernur Papua Berobat: Sewa Pesawat ke Jakarta-Dideportasi PNG

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 03 Apr 2021 11:23 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe
Gubernur Papua, Lukas Enembe (Wilpret Siagian/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Papua, Lukas Enembe, dikabarkan masuk ke wilayah Papua Nugini (PNG) secara ilegal hingga akhirnya dideportasi. Lukas Enembe pergi ke negeri tetangga atas alasan terapi saraf kaki.

Kejadian ini mengingatkan pada aksi kontroversial Lukas Enembe setahun yang lalu. Saat itu, Lukas Enembe pergi untuk berobat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta dengan menyewa pesawat.

Berdasarkan catatan detikcom, pada awal April 2020, saat pemerintah melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tengah pandemi COVID-19, Lukas membuat heboh karena pergi berobat ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, dengan menyewa pesawat. Saat itu, Lukas menjalani check up terkait kondisi kesehatannya.

"Pak Gubernur bertolak ke Jakarta untuk menjalani check up karena dokter yang menangani kesehatan Pak Gubernur sudah menghubungi Pak Gubernur untuk melakukan check up," kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Ridwan Rumasukun, kepada wartawan di Jayapura, Selasa (14/4/2020).

"Sebagai kepala daerah dana check up itu disediakan rutin setiap tahun dan dananya disediakan," tambahnya.

Lukas Enembe saat itu pergi ke RSPAD Gatot Soebroto didampingi keluarga dan dokter pribadi dengan menggunakan pesawat Batik Air. Jumlah penumpang seluruhnya 10 orang ditambah kru.

Di sana, Lukas Enembe dirawat selama tiga bulan. Pada 14 Juli 2020, dia dinyatakan sehat dan kembali ke Jayapura, Papua.

Teranyar, kabar Lukas Enembe pergi ke Papua Nugini secara ilegal melalui jalan setapak. Dia pergi dengan menggunakan ojek dan didampingi dua rekannya, yakni Elin Wonda dan Hendrik Abodondifu.

Lukas mengakui telah masuk secara ilegal tanpa izin ke Papua Nugini melalui jalan tikus dan kembali lagi ke Jayapura pada Jumat (2/4) sekitar pukul 11.30 WIT melalui Pos Lintas Batas Nevada (PLBN) Skouw. Dia mengaku terpaksa mendatangi Papua Nugini secara ilegal karena sakit yang dideritanya.

"Saya memang salah karena masuk ke PNG melalui jalan tradisional atau jalan setapak. Namun itu dilakukan karena terpaksa, yakni untuk berobat dan terapi akibat sakit yang saya alami," kata Lukas seperti dilansir Antara, Jumat (2/4).

Lukas mengaku pergi ke Papua Nugini tanpa izin resmi. Dia mengatakan bepergian menggunakan transportasi ojek.

"Saya ke Vanimo (Rabu, 31/3) melalui jalan setapak dengan menggunakan ojek untuk berobat," kata Lukas.

Selanjutnya >>>

Simak juga 'Pemerintah Perpanjang Dana Otonomi Khusus Papua':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2