Ungkap Kasus Kekerasan 3 Wanita-Anak di Kalteng, Polres Pulpis Raih Penghargaan

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 03 Apr 2021 01:15 WIB
Polres Pulang Pisau Diberi Penghargaan Usai Ungkap dengan Cepat Kasus Kekerasan ke Wanita dan Anak
Foto: Polres Pulang Pisau Diberi Penghargaan Usai Ungkap dengan Cepat Kasus Kekerasan ke Wanita dan Anak (Dok. Istimewa)
Pulang Pisau -

Polres Pulang Pisau diganjar penghargaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak dan Gerakan Nasional Polisi Sahabat Anak. Penghargaan itu diberikan untuk mengapresiasi kecepatan Polres Pulang Pisau dalam mengungkap kasus kekerasan yang mengakibatkan 3 wanita tewas dan seorang anak laki-laki terluka.

Berdasarkan keterangan tertulis Polres Pulang Pisau, Jumat (2/4/2021), penghargaan diterima langsung oleh Kapolres Pulang Pisau, AKBP Yuniar Ariefianto di Jakarta. Yuniar menyebut penghargaan ini sebagai memotivasi dirinya untuk meningkatkan pelayanan, perlindungan dan pengayoman khususnya kepada kaum wanita dan anak korban tindak pidana di wilayah Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Terima kasih atas penghargaannya, karena ini menjadi motivasi bagi kami meningkatkan lagi pelayanan terhadap kaum wanita dan para anak korban tindak pidana. Tapi tentunya kami berharap tak ada lagi kasus-kasus seperti kemarin," ujar Yuniar.

Penghargaan dari Gerakan Nasional Polisi Sahabat Anak diberikan langsung oleh Seto Mulyadi kepada Yuniar pada Kamis (1/4). Penghargaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak diberikan langsung oleh Arist Merdeka Sirait kemarin.

"Ada juga dari Polisi Selebriti. Saat (pengungkapan) itu memang saya memerintahkan seluruh personel Polres, baik Reskrim, Sabhara hingga Satlantas untuk mengejar pelaku. Kami membantuk tim untuk mengejar masing-masing pelaku. Alhamdulillah semua berhasil kami amankan," jelas Yuniar.

Untuk diketahui, pada Minggu (21/3) pagi, Polres Pulpis mendapat laporan kasus perampokan sadis dengan korban seorang ibu tewas dan anak laki-laki yang terluka di bagian kepala. Seorang pria bernama Suriansyah ditetapkan sebagai tersangka.

"Setelah dilakukan pendalaman, pelaku ternyata anak buah dari suami korban. Jadi suami korban ini mandor di tambang pasir, tempat pelaku bekerja. Pelaku memang sudah berniat merampok. Saat melihat suami korban sedang di pondok, bermalam di pondok tambang pasir itu, pelaku ke rumah korban," kata Yuniar kepada detikcom pada Selasa (23/3).

Suriansyah lalu menggasak kalung dan gelang emas serta uang tunai Rp 12 juta lebih. Dia ditangkap di wilayah Pulpis pada Minggu sore pukul 16.00 WIB.

Setelah penangkapan itu, Polres Pulpis kembali menerima laporan pada pukul 17.20 WIB, kali ini penemuan dua mayat perempuan kakak beradik. Polisi kemudian menduga kuat pelaku adalah suami dari salah satu korban dan melakukan penangkapan keesokan harinya, pukul 05.30 WIB.

"Pelaku atas nama Suparno, usia 49 tahun mengaku sakit hati karena dia sering dihina. Pelaku mengaku kakak iparnya seperti hendak memisahkan dia dengan istrinya. Jadi kakak iparnya sering menghina, mengusir karena pelaku kerjanya serabutan, misalnya pulang tidak bawa uang, dihina," kata Yuniar kepada detikcom, Senin (22/3).

"Jadi kedua korban memang tinggal satu rumah. Awalnya pelaku hanya ingin menghabisi kakak iparnya. Tapi istrinya terbangun, akhirnya istrinya juga dibunuh untuk menghilangkan saksi. Kejadian (pembunuhan) itu Sabtu, 20 Maret kemarin," sambung Yuniar.

(aud/maa)