Guru Honorer di Sulut Diberhentikan Gegara Diduga Terlibat Politik

Trisno Mais - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 19:16 WIB
i love my Teacher - text made with carved letters on yellow desk with office or school supplies on pupil table.
Foto: Ilustrasi Guru (Getty Images/iStockphoto/Bychykhin_Olexandr)
Manado -

Salah satu guru honorer sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD), Masita Salu, di Desa Kotabunan Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut), diduga diberhentikan. Masita disebut diberhentikan karena terlibat politik pada Pilbup Boltim 2020.

Masita diberhentikan melalui surat pemberhentian nomor 70/3/2021 yang ditandatangani kepala desa (sangadi) dan tim pemenangan Bupati dan Wakil Bupati Boltim Sam Sachrul Mamomto-Oscar Manoppo (SSM OPPO) sejak 29 Maret 2021. Surat resmi dengan stempel pemerintah Desa Kotabunan Barat sempat viral di media sosial.

"Awalnya memang dia yang saya berikan pemberhentian ini terlibat dalam politik. Dia terlibat sekali dalam politik. Memang terpengaruh dengan teman-teman. Saya sudah sempat memberikan teguran. Cuma karena dia masih muda, jadi terpengaruh dengan teman-teman, makanya selalu buat kesalahan," kata Kepala Desa Kotabunan Barat Aminah Paputungan ketika dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (2/4/2021).



Aminah menjelaskan, pada saat pemilihan bupati, dia terlihat aktif berkampanye di media sosial. Atas dasar itulah, kata dia, yang bersangkutan diberhentikan.

"Dia memang terlibat sekali. Awal-awal dia kalau mem-posting status di facebook tidak sesuai pribadi bagaimana sebagai seorang guru. Saya bina, setelah itu dia minta maaf," kata dia.

Aminah menjelaskan persoalan tersebut kini sudah diselesaikan. Menurutnya, sebelumnya surat pemberhentian sempat diberikan kepada yang bersangkutan.

Namun, karena telah diklarifikasi oleh yang bersangkutan, dirinya tidak meneruskan rekomendasi pemberhentian ke dinas pendidikan.

"Kan sangadi (kepala desa) cuma rekomendasi. Surat itu baru diberikan ke bersangkutan. Nanti dinas pendidikan yang keluarkan SK. Tapi kan sudah selesai, tidak ada saling keberatan," pungkasnya.

Secara terpisah dikonfirmasi, Ketua Tim Pemenangan Bupati dan Wakil Bupati Boltim Sam Sachrul Mamomto-Oscar Manoppo (SSM OPPO), Hendra Damopili, menjelaskan surat yang mengatasnamakan tim pemenangan itu cacat administrasi. Dia memastikan timnya tidak pernah terlibat atau memberi instruksi terkait surat pemecatan tersebut.

"Jika memahami nota atau surat dinas pemerintah desa, kan bukan begitu redaksinya dan itu cacat administrasi," cetusnya.

Hendra menambahkan tim tidak pernah terlibat dan mengeluarkan surat pemberhentian. Jadi surat tersebut bukan rekomendasi dari tim pemenangan.

"Tim tidak pernah ada instruksi atau menandatangani surat itu. Intinya, persoalan ini sudah selesai, tidak perlu dipolemikkan," ujarnya.

Inti isi surat tersebut tertulis adalah 'Terhitung sejak 29 Maret, Saudara Masita Salu diberhentikan sebagai guru/tutor PAUD Desa Kotabunan Barat atas dasar aduan tim pemenangan SSM OPPO'.

Lihat juga video 'Guru Honorer di Pinrang Tega Cabuli Siswi di Sekolah':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)