ADVERTISEMENT

Survei SMRC: Pemilih Jokowi Dukung Ganjar Pranowo Nyapres

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 21:07 WIB
Peneliti SMRC Sirojudin Abbas
Sirojudin Abbas (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Lembaga survei SMRC melakukan survei terhadap elektabilitas tokoh. Berdasarkan survei SMRC, para pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) melabuhkan suaranya ke Ganjar Pranowo untuk maju Pilpres 2024.

Survei nasional SMRC itu dilakukan pada 28 Februari-8 Maret 2021 dengan melibatkan 1.064 responden yang dipilih secara random (acak) dan diwawancara secara tatap muka. Margin of error penelitian adalah ± 3,07%.

SMRC menanyai para responden dengan pertanyaan 'ke mana suara Jokowi di top of mind pergi dalam simulasi 15 nama?'. Hasilnya suara Jokowi terbagi ke berbagai tokoh.

"Suara Pak Jokowi itu terbagi ke banyak tokoh, suara Pak Jokowi di top of mind ini paling banyak belum memindahkan suara dukungannya 20%," kata Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas, dalam YouTube SMRC TV, Kamis (1/4/2021).

Berikut ini hasilnya:
1. Prabowo Subianto 16 persen
2. Ganjar Pranowo 13,2 persen
3. Anies Baswedan 9,9 persen
4. Ridwan Kamil 9,3 persen
5. Tri Rismaharini 7,7 persen
6. AHY 6,1 persen
7. Puan Maharani 5,7 persen
8. Sandiaga Uno 4,1 persen
9. Sri Mulyani 3,3 persen
10. Airlangga Hartarto 1,8 persen

Suara Jokowi di top of mind pada Maret 2021 ini sementara tersebar dalam simulasi 15 nama, terutama ke Prabowo, Ganjar, Anies, Ridwan Kamil, dan Risma. Namun, bila dianalisis lebih lanjut, perpindahan suara Jokowi di top of mind kepada Prabowo sekarang ini disebabkan oleh pengetahuan responden.

"Orang bisa memilih calon minimal aware atau kenal dengan calon yang mau ia pilih. Karena itu, awareness menjadi sarat niscaya (necessary) meskipun tidak cukup. Sementara itu, menaikkan awareness relatif mudah apalagi di era media sosial sekarang yang dapat diakses secara mudah dan murah oleh pemilih," ujarnya.

Kemudian, SMRC juga menanyai tingkat elektabilitas tokoh-tokoh. Berikut ini hasilnya:

1. Prabowo 96 persen
2. Sandiaga Uno 83 persen
3. Anies Baswedan 81 persen
4. AHY 66 persen
5. Ridwan Kamil 62 persen
6. Puan Maharani 61 persen
7. Ganjar Pranowo 54 persen
8. Mahfud Md 49 persen
9. Khofifah Indar Parawansa 48 persen
10. Erick Thohir 42 persen

Kemudian SMRC melakukan simulasi dengan memasukkan warga yang mengenal 7 nama besar. Dalam top of mind, Jokowi mendapat dukungan terbesar 13,5%, Ganjar Pranowo 13,4%, Prabowo 11,4%.

Abbas mengatakan, jika Jokowi tidak ikut bersaing, dalam simulasi semi-terbuka, Ganjar mendapat dukungan terbesar 17,4%, selanjutnya Prabowo 14,4%, Anies 13,3%, Sandi 5,5%, Ridwan Kamil 4,6%, AHY 2,4%, dan Puan 0,8%. Jika jumlah calon dikurangi menjadi 15 nama, Ganjar unggul dengan dukungan 20,8%, disusul Anies 15,7%, Prabowo 14,2%, RK 7,9%, Sandi 7,2%, AHY 2,9%, dan Puan 1,6%.

Pengurangan jumlah calon dari 42 nama (semi-terbuka) menjadi 15 nama tidak membuat suara Prabowo naik justru elektabilitasnya mandek di 14,2-14,4%. Yang naik paling banyak Ganjar naik 3.5%, selanjutnya Ridwan Kamil naik 3,3%.

"Di antara yang sama-sama mengenal tokoh-tokoh ini, Ridwan Kamil mengalami kenaikan kedua tertinggi setelah Ganjar Pranowo, 3,3%. Lalu Sandiaga Uno mengalami kenaikan 1,6 persen dan AHY 0,5%, Puan 0,9%. Jadi dalam posisi popularitas yang sama dibanding tokoh-tokoh lain Pak Prabowo justru mengalami defisit," ujar Abbas.

Jika kedikenalan (awareness) ketujuh tokoh tersebut sama, dalam analisis ditemukan bahwa pemilih Jokowi di top of mind paling banyak pindah ke Ganjar Pranowo (18,4%), diikuti Anies Baswedan (15,2%), Ridwan Kamil (13,1%). Sedangkan Prabowo hanya mendapat 9,2% dari pemilih Jokowi.

"Pada pemilih yang tahu 7 calon ini sebaran suara Pak Jokowi di top of mind dalam simulasi 15 nama itu menjadi seperti ini ternyata perolehan tertingginya Pak Ganjar 18,4%, Anies 15,2%," katanya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT