Kasus Pengadaan Alkes RS Unair, Saksi Ungkap Perubahan Pemenang Lelang

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 16:19 WIB
Sidang kasus korupsi alkes RS Unair (Zunita-detikcom)
Sidang kasus korupsi pengadaan alkes RS Unair 2010 (Zunita/detikcom)

Wadianto, yang juga bersaksi dalam sidang, membenarkan keterangan Sulistyo. Menurut Wadianto, saat itu ada pergantian pemenang lelang karena Unair tiba-tiba mengubah spesifikasi alat.

"Masalah ventilator itu sebenarnya proses pengadaan berjalan tiba-tiba Unair minta diganti alat. Kalau sudah dilelang lalu minta ganti alat berarti harus ada negosiasi dengan pemenang, bisa nggak alatnya diganti. (Bisa diganti) lebih mahal (harganya), kalau nggak salah nggak terlalu besar," kata Wadianto.

Dalam sidang ini yang duduk sebagai terdakwa adalah Bambang Giatno Rahardjo dan Minarsih. Keduanya didakwa memperkaya diri dan orang lain serta korporasi.

Perbuatan Bambang dan Minarsih disebut jaksa merugikan negara senilai Rp 14 miliar. Jumlah kerugian ini didapat dari laporan tim auditor BPKP terkait alkes dan laboratorium RS Tropik Infeksi Unair tahap I dan II tahun 2010.

Atas dasar itu, Bambang dan Minarsih didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Halaman

(zap/zak)