Suara Mahasiswa

BEM SI Gelar Munas Pilih Pimpinan Baru, 132 Perguruan Tinggi Walk Out

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 12:45 WIB
Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demo meminta debat capres digelar di kampus.
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta -

Gelaran Musyawarah Nasional (Munas) XIV Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang menghasilkan pemimpin baru BEM SI ternyata ditolak oleh BEM dari 132 perguruan tinggi. Banyak BEM universitas lainnya melakukan walk out (WO).

"Arogansi tuan rumah memuncak. 132 dari 168 perguruan tinggi walkout dan menyatakan mosi tidak percaya kepada panitia Munas BEM Seluruh Indonesia 2021," demikian keterangan pers dari BEM 132 universitas yang melakukan walk out, yang diterima detikcom dari pihak BEM UI, Kamis (1/4/2021).

Munas kali ini digelar di Universitas Andalas di Padang dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, pada Minggu (28/3) kemarin. Munas bakal berlangsung maksimal sampai 4 April 2021. Munas ini telah memilih Nofrian Fadil Akbar dari Universitas Riau sebagai Koordinator Pusat BEM SI 2021.

Namun 132 perguruan tinggi walk out dari gelaran Munas BEM SI itu. Mereka walk out karena pelaksana Munas BEM SI membatasi kuota peserta. Jumlah maksimal adalah 150 perguruan tinggi, padahal jumlah anggota penuh dan peninjau BEM SI mencapai lebih dari 200 perguruan tinggi. Padahal semula, panitia dari BEM KM Unand menyatakan mengundang seluruh anggota penuh dan peninjau.

"Oleh karenanya, bentuk sikap 'sepihak' yang diambil oleh panitia secara tidak langsung sangat bertentangan dengan pernyataan pertamanya dan mencederai hak anggota aliansi BEM SI, baik anggota penuh dan peninjau," demikian pernyataan 132 BEM berbagai perguruan tinggi dalam siaran pers.

Ke-132 BEM perguruan tinggi berpendapat keputusan harus diambil berdasarkan kesepakatan forum, bukan berdasarkan keputusan panitia Munas BEM SI saja. Pihak 132 BEM perguruan tinggi melihat ada banyak kursi kosong dalam auditorium yang seharusnya masih bisa diisi peserta. Sebagaimana diketahui, saat ini adalah masa pandemi COVID-19. Namun, 132 BEM perguruan tinggi ini mengkritik alasan protokol pencegahan COVID-19 sebagai alasan pembatasan peserta.

"Selain itu, panitia tidak mau terbuka atas absensi yang hadir pada forum agar diketahui bersama. Panitia dalam hal ini bertindak seolah sebagai pemegang daulat penuh atas forum yang mana seharusnya panitia cukup bertindak sebagai fasilitator dari Munas BEM SI," kata mereka.

Selanjutnya, pernyataan sikap 132 BEM perguruan tinggi yang walk out: