BEM SI: Tidak Benar Kami Akan Aksi Pemakzulan Presiden Jokowi

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 10:07 WIB
BEM SI
BEM SI (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) mengklarifikasi beredarnya pesan berantai terkait aksi pemakzulan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). BEM SI menegaskan, isu ini sama sekali tidak benar.

Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia Remy Hastian menyampaikan klarifikasi itu dalam pernyataan resmi seperti yang diterima detikcom, Selasa (9/2/2021).

Dalam pesan berantai yang tersebar, disebut BEM SI akan menggelar aksi konvoi melengserkan Presiden Jokowi dan KH Ma'ruf Amin di Tugu Proklamasi hingga Taman Pandang Monas, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Februari 2021. BEM SI menegaskan isu ini tidak benar dan meminta masyarakat tidak terpancing.

Ada 7 poin klarifikasi BEM SI terhadap isu hoax aksi pemakzulan terhadap Presiden Jokowi. Berikut ini pernyataan lengkap BEM SI:

Klarifikasi BEM SI terhadap Isu Aksi Pemakzulan Presiden Jokowi

Sehubungan dengan berita yang beredar serta adanya laporan media kepada pihak BEM SI yang mana menganggap BEM SI akan melaksanakan aksi pemakzulan Presiden Jokowi pada Jumat, 12 Februari 2021 yang bernarasikan pemakzulan Presiden Jokowi beserta kabinetnya, hingga mengembalikan Dwifungsi ABRI. Dengan ini kami aliansi BEM SI merasa sangat perlu untuk menyampaikan beberapa poin klarifikasi:

1. Tidak benar adanya BEM SI akan melaksanakan aksi pemakzulan Presiden Jokowi pada Jumat 12 Februari 2021, serta tidak terlibat sama sekali di dalamnya.

2. BEM SI menjunjung tinggi nilai demokrasi dan bertindak konstitusional, serta tidak membenarkan tindakan inkonstitusional berupa pemakzulan secara paksa (kudeta) terhadap Presiden RI.

3. Pesan berantai yang tersebar merupakan atas nama BEM Indonesia bukan Aliansi BEM Seluruh Indonesia. Jadi, tidak benar adanya BEM SI akan melakukan dan menginisiasi aksi Pemakzulan Pemerintah RI.

4. BEM SI menolak dengan tegas adanya upaya penggabungan kembali Dwifungsi ABRI yang jauh dari cita-cita Reformasi.

5. BEM SI masih konsisten menolak adanya kebijakan tidak pro-rakyat seperti disahkannya Omnibus UU Cipta Kerja, UU Minerba, UU KPK dan UU lainnya yang memberangus hak dan menyengsarakan rakyat Indonesia.

6. BEM SI menghimbau untuk masyarakat tidak terpantik dengan hoax dan informasi yang tidak bertanggung jawab.

7. BEM SI mengajak pemerintah dan masyarakat untuk terus bergotong-royong fokus dalam menyelesaikan permasalahan Covid-19.

Demikian keterangan ini kami sampaikan sebagai penjelasan tentang kabar yang tidak benar yang berkembang di tengah masyarakat.

Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!

Jakarta, 8 Februari 2021
Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia
Remy Hastian

Simak juga video 'LSI: 63,9% Responden Tak Yakin Pemerintah Tak Salah-Gunakan Anggaran PEN':

[Gambas:Video 20detik]



(hri/imk)