Adik Ihsan Yunus Ngaku 2 Kali Tawarkan Goodie Bag Bansos Corona ke Kemensos

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 21:58 WIB
Sidang kasus suap bansos Corona (Zunita Amalia-detikcom)
Sidang kasus suap bansos Corona (Zunita Amalia/detikcom)
Jakarta -

Adik anggota DPR RI F-PDIP Ihsan Yunus, Muhamad Rakyan Ikram alias Iman Ikram, mengaku pernah mendatangi dua mantan pejabat Kementerian Sosial (Kemensos). Iman mengatakan saat itu dia menawari goodie bag untuk proyek bansos Corona.

Dua pejabat yang didatangi Iman itu adalah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bansos Corona, Adi Wahyono dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bansos Corona, Matheus Joko Santoso. Diketahui, keduanya merupakan tersangka dalam kasus ini.

"Pernah (bertemu dengan Matheus Joko Santoso), satu sampai dua kali saya waktu itu nawari goodie bag, nggak jadi. (Pertemuan) kedua saya masih tawari goodie bag lagi, nggak jadi juga," ujar Iman saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021).

Iman mengaku tidak tahu alasan penawaran goodie bag-nya ditolak. Selain bertemu dengan Matheus Joko, Iman mengaku bertemu dengan Adi Wahyono.

"(Bertemu Adi Wahyono) dua kali. Saya ke Kemensos, saya cari tahu saya tawari goodie bag juga," katanya.

Jaksa lantas mencecar Iman Ikram terkait ada atau tidak kaitan kedatangannya ke Kemensos untuk mengatur kuota bansos Ihsan Yunus. Apa jawaban Iman?

"Apakah kedatangan Saudara di Kemensos terkait paket-paket milik Ihsan Yunus?" tanya jaksa.

"Tidak, Pak," jawabnya.

Iman juga mengaku tidak tahu menahu terkait proyek bansos. Dia juga menyebut tidak pernah mengatur paket bansos Corona di Kemensos.

"Saudara bersama Yogas (operator Ihsan Yunus) mengatur paket (bansos) milik Ihsan Yunus?" tanya jaksa lagi.

"Tidak, tidak benar," sebutnya.

Dalam sidang ini, Iman menjadi saksi untuk terdakwa penyuap Jualiari dkk, Harry Van Sidabukke. Harry disebut jaksa memberi suap Rp 1,28 miliar.

Jaksa menyebut pemberian uang suap bertujuan agar Kemensos menunjuk perusahaan mereka sebagai penyedia bansos sembako Corona. Mereka juga memberikan fee Rp 10 ribu per paket bansos Corona ke Juliari Batubara setiap kali mereka mendapatkan proyek itu. Uang inilah yang disebut uang operasional.

(zap/haf)