Sarana Jaya Tak Buka Data Soal Lahan 70 Ha, Anggota Komisi B DPRD DKI Geram

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 16:32 WIB
Rapat di Komisi B DPRD DKI.
Rapat di Komisi B DPRD DKI (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Komisi B DPRD DKI Jakarta menyayangkan sikap PD Sarana Jaya yang kembali tak terbuka soal peruntukan lahan 70 hektare yang diadakan selama 2 tahun terakhir ini. Komisi B mempertanyakan wujud lahan tersebut.

"Contoh tadi lahan 70 hektare yang kita pertanyakan kemarin Bapak tidak tampilkan. Itu lahan fiktif atau ada? Kenapa nggak ditampilkan?" kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak dengan nada tinggi saat rapat kerja bersama Perumda Sarana Jaya di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021).

Politikus PDIP itu meminta Sarana Jaya terbuka dalam menyampaikan data lahan. Gilbert meminta agar Sarana Jaya segera memberikan rincian pengadaan lahan 70 hektare sesuai permintaannya.

"Itu kan membuat kita bertanya-tanya, niatnya apa? Rapat terbuka ini kemudian sikap yang muncul begitu. Kalau kita tidak berbicara, kita yang salah. Sangat tidak baik. Lalu kemudian tanah 70 hektare itu saya minta dituliskan di mana saja dan alokasinya buat apa?" jelasnya.

"Saya nggak ngerti, sengaja nggak nyambung atau gimana. Ini catatan. Bapak tahu ini jadi sorotan. Sangat tidak baik apa yang kita minta, kita sudah mengalah lalu tidak nyambung juga," imbuh Gilbert.

Gilbert juga menyinggung soal lahan di Pulogebang yang bermasalah. Lahan itu dipaparkan dibeli pada 2018.

"Masalahnya ini berkaitan dengan kasus yang kita buka. Karena setahu saya itu juga PT Adonara, kan? Bukan? PT Adonara kan? Karena jumlahnya 3,4 hektare, kemudian kasus tersebut sudah terjadi tahun 2018. Kenapa terulang lagi di Pondok Ranggon dan Munjul?" kata Gilbert.

"Masalah Pulogebang Bapak belum jawab. Saya minta itu dijelaskan baik-baik. Itu dibeli 2018 lalu, kemudian gimana bisa kejadian sama pelaku yang sama kejadian di Munjul. Jangan bilang itu masalah hukum, ini masalah administrasi," imbuhnya.

Terkiat lahan 70 hektare, Dirut Perumda Sarana Jaya Indra Sukmono Arharrys akan menyiapkan dokumen lengkap untuk disampaikan ke DPRD DKI. Trisno menyebut akan memberikan semua data terkait lokasi dan status.

"Untuk Pak Gilbert terkait masalah lahan 70 hektare kami akan sampaikan secara tertulis kepada Bapak," jelas Indra.

Pada kesempatan itu, Indra juga menerangkan pihaknya telah melakukan pembelian lahan di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Totalnya mencapai 66 hektare. Namun dia tidak memerinci lokasinya lebih lanjut.

"Total pembelian lahan Jakarta Utara Rp 1,5 T untuk luasan 51 hektare (rata rata Rp 2,9 juta/m2). Total pembelian lahan Jakarta Timur Rp 735 miliar untuk luasan hampir 15 hektare (rata2 Rp 4,9 juta/m2)," kata Indra.

Lalu, menjawab soal lahan Pulogebang, Indra juga meminta agar memberikan jawaban secara tertulis.

"Mohon izin, Pak, karena adanya keterbukaan informasi di kami, kami mohon izin kami bisa sampaikan secara tertulis saja, Pak," kata Indra.

Sebelumnya, Komisi B DPRD DKI Jakarta menyebut Sarana Jaya membeli puluhan hektare lahan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Namun pihaknya mengaku tak mengetahui lokasi maupun peruntukan lahan yang telah di beli ini.

"Karena ada info dari Sarana Jaya bahwa selama ini mereka sudah membeli 70 hektare tanah. Selama ini, dua tahun terakhir," kata Ketua Komisi B Abdul Aziz di gedung DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (15/3).

Bahkan politikus PKS ini menyatakan tak pernah menerima laporan permasalahan pengadaan lahan oleh perusahaan properti milik Pemprov DKI tersebut. Hingga akhirnya, kasus dugaan korupsi pengadaan lahan yang menjerat Dirut Perumda Sarana Jaya, Yoory Corneles, muncul ke permukaan.

"Kami ingin tahu lebih detail 70 hektare (lahan) ini di mana lokasinya dan untuk apa. Selain itu, apakah ada permasalahan dengan tanah-tanah itu. Selama ini kan tidak pernah dibuka, kita tahunya ini lancar-lancar saja, ternyata setelah kasus ini kita lihat ini ada potensi penyalahgunaan dan sebagainya. Karena itu, kami minta Sarana Jaya untuk 70 ha ini datanya dibuka kepada kami," tegasnya.

(idn/idn)