KPK Cecar Anja Runtuwene Soal Pengadaan dan Pembayaran Tanah di Munjul

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 07:09 WIB
Gedung baru KPK
Gedung baru KPK. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Tim penyidik KPK telah memeriksa Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtunewe, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di DKI Jakarta. Anja dikonfirmasi soal proses pengadaan dan pembayaran pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Jakarta Timur.

"Anja Runtunewe dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses pengadaan dan pembayaran dari pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Jakarta Timur," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Kamis (25/3/2021).

Pemerikaaan berlangsung pada Rabu (24/3) kemarin. Penyidik turut memanggil Direktur Utama PD Sarana Jaya nonaktif, Yoory Corneles Pinontoan. Namun, Yoory urung hadir dan rencananya dipanggil ulang Kamis (25/3) hari ini.

"Tidak hadir dan memberikan konfirmasi melalui surat tertulis untuk dilakukan penjadwalan ulang pada Kamis (25/3) yaitu Yoory Corneles," ujar Ali.

Satu nama lagi yakni Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Denan Matulandi Kaligis, juga tidak memenuhi panggilan penyidik. KPK akan melakukan penjadwalan ulang kepada yang bersangkutan.

Diketahui, KPK menyurati Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Lembaga antirasuah ini meminta Imigrasi melakukan pencegahan bepergian ke luar negeri (LN) terhadap sejumlah nama terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di DKI Jakarta.

"Dalam rangka percepatan penyelesaian penyidikan, saat ini KPK telah mengajukan permohonan larangan bepergian ke luar negeri kepada Dirjen Imigrasi Kemenkum dan HAM RI terhadap beberapa pihak yang terkait dengan perkara dugaan TPK terkait pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta Tahun 2019," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Rabu (24/3/2021).

Ali tidak menjelaskan secara rinci siapa pihak-pihak yang akan diminta KPK dicegah ke luar negeri. Pencegahan, katanya, dilakukan selama 6 bulan terhitung sejak 26 Februari 2021.

"Pencegahan ke luar negeri tersebut tentu dalam rangka kepentingan kelancaran proses penyidikan agar apabila dibutuhkan untuk kepentingan pemeriksaan mereka tetap berada di wilayah Indonesia," ungkapnya.

Perkara dugaan korupsi pengadaan lahan di DKI itu muncul ke permukaan setelah diketahui adanya dokumen resmi KPK yang mencantumkan sejumlah nama tersangka. Tampak para tersangka atas nama Yoory Corneles, Anja Runtuwene, dan Tommy Adrian. Ada satu lagi yang dijerat sebagai tersangka, yaitu korporasi atas nama PT Adonara Propertindo.

Identitas tersangka yang disebutkan jelas ialah Yoory Corneles sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemudian menonaktifkan Yoory dari jabatannya itu.

Dalam dokumen itu, disebutkan pula perkara dugaan korupsi itu terkait pembelian lahan di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, pada 2019, oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Lahan tersebut diduga diperuntukkan bagi proyek rumah DP Rp 0.

Simak juga 'Plt Dirut Sarana Jaya Jelaskan Kasus Lahan Rumah DP Rp 0 di DPRD DKI':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)