Walkot Mojokerto Ajak Warga Dukung Budaya Majapahit Go Internasional

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 12:32 WIB
pemkab mojokerto
Foto: pemkab mojokerto
Jakarta -

Pemerintah Kota Mojokerto kembali mendukung pengembangan seni budaya melalui penyelenggaraan event Swarna Warni di Alfresco Sunrise Mall. Pameran bertema "Spirit of Majapahit" ini telah berlangsung sejak 26 Maret-4 April 2021, serta diikuti oleh perupa dari berbagai daerah.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan pameran tersebut bertujuan untuk melestarikan kesenian Kerajaan Majapahit yang bernilai tinggi. Menurutnya, keturunan Majapahit harus mampu menggali warisan budaya dan menampilkan kembali seni tersebut sesuai kondisi saat ini, termasuk di bidang seni rupa.

"Warisan budaya Majapahit yang sangat luar biasa inilah yang menjadi semangat tersendiri termasuk dalam lima tahun pemerintahan saya yang mengusung 'Spirit of Majapahit'," ujar wanita yang akrab disapa Ning Ita dalam keterangan tertulis, Rabu (31/3/2021).

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka pameran Jumat (26/3). Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga mengungkapkan warisan budaya Majapahit turut berdampak terhadap budaya Kota Mojokerto.

"Kebesaran Majapahit inilah yang memberikan inspirasi dan kekuatan bagi saya untuk menjadikan Mojokerto ini menjadi sebuah kota yang memiliki budaya yang tinggi, dengan memanfaatkan warisan kebesaran Majapahit untuk tampil tidak hanya di level regional tapi juga ke level nasional bahkan ke level internasional," tuturnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar seluruh komponen di Kota Mojokerto melakukan kolaborasi yang baik untuk mewujudkan hal tersebut. Terlebih saat ini Ning Ita menyebut Kota Mojokerto sudah mengalami perubahan signifikan.

Salah satunya adalah kehadiran Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) yang telah memberikan masukan terkait program pembangunan kebudayaan di Kota Mojokerto.

"Saya berharap dengan digelarnya pameran lukisan ini bisa menjadi media untuk saling bertukar pikiran, serta saling memberikan semangat bagaimana lebih meningkatkan potensi yang dimiliki, agar ke depan potensi perupa di Mojokerto bisa semakin berkembang dan semakin membanggakan Kota Mojokerto," pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan pameran lukisan ini diikuti oleh 26 orang perupa dari Mojokerto saja, melainkan perupa dari Jombang,Malang, Gresik, Sidoarjo, Jember, Surabaya, dan Banyuwangi.

Usai membuka pameran, Ning Ita mengunjungi stand dari masing-masing perupa dan menorehkan 7 goresan di atas kanvas yang akan dibuat menjadi lukisan. Sebelum meninggalkan lokasi pameran, Ning Ita juga melihat Sadikan Pard, seniman difabel dari Malang yang melukis menggunakan kaki.

(mul/ega)