Spotlight

Mengupas Gerakan JAD Menyasar Generasi Muda dan Modus 'Family Bombing'

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 06:43 WIB
Dua pelaku terduga bomber Makassar (Istimewa)
Foto: Dua pelaku terduga bomber Makassar (Istimewa)
Jakarta -

Terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan adalah anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Belakangan, gerakan ini kerap menyasar anak muda dan menghalalkan pelibatan keluarga untuk turut serat dalam aksi teror.

Seperti diketahui, ledakan bom bunuh diri dilakukan di depan Gereja Katedral Makassar pada pukul 10.28 Wita, Minggu (28/3). Pelakunya adalah pasangan suami istri yang berboncengan menggunakan sepeda motor ke depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan mereka adalah JAD.

JAD terbentuk atas inisiatif Aman Abdurrahman di Nusakambangan. Secara organisasi, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dinyatakan sebagai korporasi yang mewadahi aksi terorisme. Pada 31 Juli 2018, PN Jaksel menyatakan terdakwa Jamaah Ansharut Daulah atau JAD terbukti secara sah berafiliasi dengan ISIS (Islamic State in lraq and Syria) atau DAESH (Al-Dawla Ill-Sham) atau ISIL (Islamic State of Iraq and levant) atau IS (Islamic State).

JAD sudah kerap melakukan aksi terornya di Indonesia di berbagai daerah. Belakangan JAD menyasar para anak-anak muda untuk direkrut menjadi pelaku bom bunuh diri alias bomber. Selain itu, JAD juga memanfaatkan pelaku keluarga atau family bombing untuk melancarkan aksi terornya.

Bagaimana modus ini berjalan? Klik halaman selanjutnya.

Simak video 'Blak-blakan Nasir Abas, Bomber Generasi Medsos dan FPI':

[Gambas:Video 20detik]