Pakar: 'Keluarga Teroris' atau 'Family Bombing' Jadi Ciri Khas JAD

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 13:21 WIB
Dua pelaku terduga bomber Makassar (Istimewa)
Dua pelaku terduga bomber Makassar. (Istimewa)
Jakarta -

Bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri). Keluarga ini diketahui sebagai jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Pakar terorisme dari Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib menyebut aksi keluarga dalam aksi teror merupakan ciri khas JAD.

"Serangan terorisme yang dilakukan oleh keluarga atau family bombing ini kekhasan JAD. Yang mereka berbeda dengan JI (Jemaah Islamiyah). JAD membolehkan perempuan dan anak-anak terlibat dalam serangan teror," kata Ridlwan kepada wartawan, Selasa (30/3/2021).

Dia menjelaskan melibatkan perempuan dan anak dalam aksi teror merupakan kemuliaan.

"Karena bagi mereka itu sebuah kemuliaan tersendiri. Faktanya sudah banyak. Sebelumnya ada keluarga Dita yang melakukan serangan di Gereja di Surabaya. Ada juga Abu Rara dan istrinya, Abu Rara yang melakukan penusukan Pak Wiranto. Ada juga Ulfah dan Rere yang terbang di Makassar ke Jolo, Filipina," ungkapnya.

Dia mengatakan JI tidak seperti JAD. Maka itu, dalam Bom Bali I dan II, tidak ada pelaku wanita dan anak-anak.

"Sedangkan dari kelompok JI, melarang keras. Karena itu, kita ingat bom Bali I dan II nggak ada itu perempuan dan anak-anak. Perempuan dan anak-anak di rumah, nggak boleh terlibat," tuturnya.

Selain itu, dia menyoroti maraknya penangkapan teroris selama masa pandemi. Menurutnya, para teroris ini masih aktif berkegiatan karena menggunakan fasilitas online.

"Mereka memanfaatkan online. Pakai platform media sosial untuk merekrut (anggota baru)," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2