Round-Up

Menanti Nasib Vaksin AstraZeneca di Sulut Usai Disetop Sementara

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 23:02 WIB
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine.
Ilustrasi penyuntikan vaksin (Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Jakarta -

Vaksin AstraZeneca, yang sempat dihentikan di Sulawesi Utara (Sulut), kini kembali dilanjutkan. Vaksin itu telah dinyatakan aman oleh Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI).

Sebanyak 50 ribu dosis vaksin awalnya tiba di Manado pada Selasa (23/3/2021) malam. Keesokan harinya, vaksin itu pun langsung diberikan ke pelayan publik di daerah setempat.

Namun, seiring berjalannya waktu, pemberian vaksin AstraZeneca itu dihentikan sementara. Alasan Satgas COVID-19 Sulut menyetop pemberian vaksin ini kepada warga adalah kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) berupa demam, menggigil, nyeri badan hingga tulang, serta muntah dan mual dialami 5-10 persen dari 3.990 warga yang menerima vaksin AstraZeneca.

"KIPI ini hadir dalam bentuk gejala demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, mual, dan muntah. Total yang divaksin AZ sebanyak 3.990 orang," kata juru bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sulut, Steven Dandel, ketika dimintai konfirmasi detikcom Sabtu (27/3/2021).

Steven pun membeberkan, langkah ini juga perlu dilakukan untuk menyesuaikan pola dan pendekatan vaksinasi, terutama yang targetnya adalah unit usaha atau institusi.

"Supaya tidak dilakukan dalam waktu yang bersamaan terhadap karyawannya. Tetapi bertahap, agar supaya unit usaha tidak perlu ditutup kalau ada banyak karyawan yang terdampak KIPI," cetusnya.

Dinkes Sulut juga telah mengeluarkan surat pemberitahuan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo. Inti isi pemberitahuan yang beredar di publik menegaskan bahwa pelayanan vaksinasi AstraZeneca di Kota Manado dan Kota Bitung dihentikan sementara. Karena rata-rata keluhan sasaran adalah demam, menggigil, sakit kepala, badan terasa sakit, dan lemas.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2