Komnas KIPI Rekomendasikan Vaksinasi AstraZeneca di Sulut Dilanjut

Antara - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 14:13 WIB
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images)
Vaksin AstraZeneca (Foto: Getty Images/Antonio Masiello)
Manado -

Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) merekomendasikan vaksinasi COVID-19 menggunakan vaksin AstraZeneca di Sulawesi Utara (Sulut) dilanjutkan. Komnas KIPI mengatakan laporan gejala yang dialami penerima vaksin AstraZeneca di Kota Manado dan Kota Bitung seluruhnya berkategori ringan.

"Saya laporkan ke Pak Menteri Kesehatan bahwa semua yang dilaporkan telah dilakukan investigasi dan data menunjukkan semuanya KIPI ringan," kata Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan melalui sambungan telepon, Selasa (30/3/2021) seperti dilansir Antara.

Hingga saat ini, kata Hindra, hanya satu peserta vaksinasi yang masih dilakukan proses observasi melalui penelitian laboratorium. Sedangkan peserta lainnya yang juga mengalami gejala serupa telah diperbolehkan pulang.

"Gejala-gejala yang diperlihatkan kan muntah, demam, sakit kepala, nyeri otot, dan sebagainya merupakan gejala ringan yang biasa ditemukan. Satu orang yang mesti dilakukan observasi mudah-mudahan sudah bisa pulang hari ini karena laporan laboratorium dan semua penelitian normal," katanya.

Hindra mengatakan angka kasus KIPI di dua daerah tersebut lebih rendah dari angka yang diperlihatkan pada uji klinis AstraZeneca fase 1, fase 2, dan fase 3 di beberapa negara di dunia.

"Saya tidak hafal jumlahnya, tapi proporsinya sangat rendah dibandingkan ribuan vaksin yang diberikan tentunya. Kalau vaksinnya tuh 4.000 atau 6.000 (dosis)," kata Hindra saat ditanya terkait jumlah kasus KIPI di Kota Manado dan Kota Bitung.

Atas kesimpulan tersebut, Komnas KIPI telah mengeluarkan surat rekomendasi yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Tim Komisariat Daerah Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (Komda KIPI).

"Kami membuat surat kepada Komda KIPI bahwa dari hasil kajian bahwa KIPI-nya ringan. Untuk itu kita menyatakan bahwa vaksin ini aman dan dapat diteruskan program vaksinasinya dan mudah-mudahan Komda KIPI disampaikan ke Kepala Dinas Kesehatan untuk diteruskan ke Gubernur supaya vaksinasinya dapat diteruskan kembali," katanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan peserta vaksinasi AstraZeneca di Sulawesi Utara bukan yang terbanyak di Indonesia. Jumlah peserta vaksinasi yang menerima suntikan AstraZeneca di Sulawesi Utara diperkirakan Budi tidak lebih dari 1.000 peserta.

"Vaksin AstraZeneca paling banyak disuntik di Bali, Jawa Timur, serta TNI-Polri. Di tempat lain saya nggak denger tuh ada KIPI-nya sampai sekarang," kata Budi dalam jumpa pers kepada wartawan baru-baru ini.

Sebelumnya, Satgas Penanganan COVID-19 Sulawesi Utara (Sulut) memutuskan menyetop sementara program vaksinasi COVID-19 menggunakan produk AstraZeneca. Padahal sebanyak 50 ribu dosis vaksin COVID-19 produk AstraZeneca ini baru tiba di Kota Manado.

Alasan Satgas COVID-19 Sulut menyetop pemberian vaksin ini kepada warga adalah kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) berupa demam, menggigil, nyeri badan hingga tulang, dan muntah serta mual dialami 5-10 persen dari 3.990 warga yang menerima vaksin AstraZeneca.

"KIPI ini hadir dalam bentuk gejala demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, mual, dan muntah. Total yang divaksin AZ sebanyak 3.990 orang," kata juru bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sulut Steven Dandel ketika dimintai konfirmasi detikcom Sabtu (27/3).

Tonton juga Video: Terima 7.000 Vaksin Astrazeneca, Vaksinasi Polda DIY Dikebut

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/idh)