TP3 Duga Ada Operasi Intelijen, KSP Minta Setop Opini Konspirasi soal Teror

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 22:12 WIB
Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) bidang Polhukam, Jaleswari Pramodhawardhani
Foto: Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardhani. (Kadek-detikcom)
Jakarta -

Tokoh Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan atau TP3 6 Laskar FPI menduga ada operasi intelijen di balik barang bukti berupa baju bertulisan FPI hingga poster Habib Rizieq dalam konferensi pers (konpers) penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi. Pihak Kantor Staf Presiden (KSP) meminta semua opini konspirasi dihentikan.

"Hentikan pembentukan opini-opini konspirasi yang justru akan melemahkan upaya-upaya kita untuk bersama-sama memerangi teror," kata Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani, kepada wartawan, Selasa (30/3/2021).

Jaleswari memercayakan proses penyidikan kepada polisi. Dia lantas mengungkap data soal serangan teror yang terjadi sejak 2000.

"Percayakan penyidikan untuk membongkar sel teror ke kepolisian. Aksi teror di Indonesia nyata, tercatat 552 serangan teror (2000-2021), sebagian besar berhasil dibongkar oleh kepolisian antara lain juga melalui mekanisme pengadilan yang terbuka," kata dia.

Perihal dugaan operasi intelijen ini sebelumnya disampaikan tokoh TP3 6 Laskar FPI Abdullah Hehamahua. Dia menyinggung soal era Orde Baru.

"Kita sudah tahu itulah dari zaman masih Orba sampai sekarang. Kalau Anda mau yakin, baca disertasi Dr Busyro Muqoddas tentang Operasi Intelijen. Semua itu adalah operasi intelijen," kata Abdullah Hehamahua kepada wartawan di DPR RI, Jakarta, Selasa (30/3).

Abdullah menyoroti temuan atribut FPI saat penggeledahan dan penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi setelah peristiwa bom di Gereja Katedral Makassar. "Coba Anda perhatikan bom pagi, siang ditangkap. Enam orang dibunuh, sudah berapa bulan tidak tahu siapa pembunuhnya. Itu bukti operasi intelijen," ucapnya.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers mengenai penangkapan terduga teroris. Dalam jumpa pers itu dipajang barang bukti berupa baju bertulisan FPI hingga poster Habib Rizieq.

Pantauan di Polda Metro Jaya, Senin (29/3), ada baju bertulisan FPI dan buku berjudul 'FPI Amar Ma'ruf Nahi Munkar' yang ikut dipajang dalam deretan barang bukti. Selain itu, ada baju bertulisan 'Laskar Pembela Islam (LPI)'.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran tidak menjelaskan lebih detail mengenai baju dan buku FPI tersebut. Dia juga tidak menjelaskan dari terduga teroris mana baju dan buku itu ditemukan. Fadil hanya menjelaskan bahwa temuan baju tersebut akan didalami.

"Ya termasuk itu. Jika ada keterkaitan, itu kan sebagai temuan awal. Akan didalami oleh teman-teman Densus 88," kata Fadil. Fadil menjawab pertanyaan wartawan mengenai baju FPI yang ikut dipajang dalam barang bukti.

Simak juga Video: Atribut FPI Diamankan dari Terduga Teroris, Aziz: FPI Sudah Bubar

[Gambas:Video 20detik]



(knv/idn)