Ada Atribut FPI di Konpers Terduga Teroris, TP3 Duga Operasi Intelijen

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 15:13 WIB
Sidang uji formil UU KPK kembali digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi. Sejumlah saksi ahli mulai dari pakar hukum hingga ahli filsafat dihadirkan di sidang itu
Abdullah Hehamahua (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menampilkan barang bukti berupa baju bertulisan FPI hingga poster Habib Rizieq Shihab dalam konferensi pers (konpers) penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi. Tokoh Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan atau TP3 6 Laskar FPI menduga semua itu merupakan operasi intelijen.

"Kita sudah tahu itulah dari zaman masih Orba sampai sekarang. Kalau Anda mau yakin, baca disertasi Dr Busyro Muqoddas tentang Operasi Intelijen. Semua itu adalah operasi intelijen," kata tokoh TP3 6 Laskar FPI Abdullah Hehamahua kepada wartawan di DPR RI, Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Abdullah menyoroti temuan atribut FPI saat penggeledahan dan penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi setelah peristiwa bom di Gereja Katedral Makassar. "Coba Anda perhatikan bom pagi, siang ditangkap. Enam orang dibunuh, sudah berapa bulan tidak tahu siapa pembunuhnya. Itu bukti operasi intelijen," ucapnya.

Sementara itu, tokoh TP3 6 Laskar FPI lain, yakni Marwan Batubara, tidak mau ambil pusing adanya temuan atribut FPI dalam penggerebekan dan penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi. Terpenting, kata dia, pemerintah dan DPR harus mengusut bahwa penembakan enam anggota laskar FPI adalah pelanggaran HAM berat.

"Karena itu, prosesnya harus mengikuti UU Nomor 26/2000, bukan seperti yang sudah dilakukan oleh Komnas HAM yang kami yakin ini juga adalah konspirasi dengan penguasa. Sehingga yang dihasilkan itu adalah sebetulnya hasil pemantauan, tapi diakui sebagai hasil penyelidikan karena pada dasarnya itu didasarkan pada UU Nomor 39/1999 yang itu tidak relevan untuk kasus ini. Karena yang terjadi adalah kejahatan sistemik yang masuk kategori pelanggaran HAM berat," jelasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers mengenai penangkapan terduga teroris. Dalam jumpa pers itu dipajang barang bukti berupa baju bertulisan FPI hingga poster Habib Rizieq.

Pantauan di Polda Metro Jaya, Senin (29/3), ada baju bertulisan FPI dan buku berjudul 'FPI Amar Ma'ruf Nahi Munkar' yang ikut dipajang dalam deretan barang bukti. Selain itu, ada baju bertulisan 'Laskar Pembela Islam (LPI)'.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran tidak menjelaskan lebih detail mengenai baju dan buku FPI tersebut. Dia juga tidak menjelaskan dari terduga teroris mana baju dan buku itu ditemukan. Fadil hanya menjelaskan bahwa temuan baju tersebut akan didalami.

"Ya termasuk itu. Jika ada keterkaitan, itu kan sebagai temuan awal. Akan didalami oleh teman-teman Densus 88," kata Fadil. Fadil menjawab pertanyaan wartawan mengenai baju FPI yang ikut dipajang dalam barang bukti.

Simak Video "Atribut FPI Diamankan dari Terduga Teroris, Aziz: FPI Sudah Bubar":

[Gambas:Video 20detik]



(fas/gbr)