Ini Peran 4 Terduga Teroris Terkait Pasutri Bomber Gereja Makassar

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 15:24 WIB
Situasi di sekitar Gereja Katedral Makassar, Senin (29/3/2021) usai bom bunuh diri
Situasi di sekitar Gereja Katedral Makassar, Senin (29/3), usai bom bunuh diri. (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Makassar -

Sebanyak 4 orang terduga teroris di Makassar ditangkap polisi sehubungan dengan ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Keempatnya disebut membantu menyiapkan aksi pasangan suami istri (pasutri) L dan YSF, pelaku bom bunuh diri.

"Kaitannya ikut membantu," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar kepada wartawan di Makassar, Selasa (30/3/2021).

Keempat terduga teroris yang diamankan adalah AS, SAS, MR, dan AA. Salah satu peran dari keempat terduga teroris ini adalah ikut membantu L dan YSF melancarkan aksinya.

"Seperti contohnya ikut survei sebelum menentukan target, ikut survei," sambung Boy.

Saat ini keempat orang terduga teroris itu masih dimintai keterangan lebih lanjut. Tim Densus 88 Antiteror kini masih mengembangkan pengakuan 4 orang tersebut dan melakukan penggeledahan di lokasi lainnya.

"Keempat orang yang diamankan ini jelas mendukung dan men-support peledakan bom itu," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (30/3).

"Masih berlangsung (penggeledahan), karena menyangkut kerahasiaan terhadap pengungkapan dan pengembangan kasus, belum bisa kita ungkap. Terhadap orang yang diamankan masih empat orang, belum ada penambahan," ujarnya.

Keempat orang yang diamankan ini juga diduga kuat terkait dengan kelompok JAD dan ISIS. Sementara itu, pasutri pelaku bomber juga erat hubungannya dengan 20 orang yang ditangkap polisi di Villa Mutiara, Makassar, pada 19 Januari 2021.

"Salah satu korban pelaku ini kan pernah terlibat dan membantu di Jolo, Filipina," kata dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan pasutri bomber Gereja Katedral Makassar berinisial L dan YSM dikenal sebagai kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Kajian Villa Mutiara. Hingga saat ini, Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 5 terduga teroris kelompok JAD Kajian Villa Mutiara pascakejadian bom Gereja Katedral Makassar.

"Masing-masing perannya bersama dengan L dan YSM, mereka ada dalam satu kelompok Kajian Villa Mutiara namanya," sebut Sigit di Mapolda Sulsel, Senin (29/3).

Sigit menuturkan kelompok JAD Kajian Villa Mutiara ini memberikan doktrin jihad dan mempersiapkan rencana jihad. Sigit juga mengatakan bahwa polisi juga telah menangkap 13 orang terduga teroris di Bima, Jakarta, dan Bekasi. Dia meminta masyarakat tetap tenang.

"Dengan demikian, sampai dengan hari ini, baik di Makassar, di Jakarta, dan di Bima, kita terus melakukan upaya upaya penangkapan dan pengembangan lebih lanjut. Oleh karena itu sekali lagi saya informasikan dan saya imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang tidak usah panik seperti kita sampaikan terkait masalah teroris itu tugas kami untuk mengusut tuntas," kata dia.

Simak Video: Yang Diungkap Polisi Usai Bom Bunuh Diri Pasutri

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/jbr)