5 Poin Penting Terkait Pembukaan Sekolah Tatap Muka Terbatas pada Juli 2021

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 15:09 WIB
Jakarta -

Sekolah tatap muka secara terbatas akan dibuka pada Juli mendatang. Hal itu didasari hasil surat keputusan bersama (SKB) empat menteri.

Adapun keempat menteri itu adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Keputusan SKB 4 menteri itu diumumkan dalam jumpa pers tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.

Ada beberapa poin penting yang harus diketahui terkait pembukaan sekolah tatap muka secara terbatas pada Juli mendatang. Simak selengkapnya:

1. Vaksinasi tenaga pendidik diharapkan selesai sebelum tatap muka digelar

Nadiem meminta Pemerintah Daerah memprioritaskan vaksinasi untuk pendidik dan tenaga kependidikan. Diharapkan vaksinasi untuk pendidik selesai pada akhir Juni.

"Vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan menjadi salah satu prioritas negara dalam upaya akselerasi pembelajaran tatap muka," kata Nadiem.

Nadiem mengatakan vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan tersebut diberikan untuk seluruh jenjang, baik pendidikan negeri maupun swasta, baik formal maupun nonformal, termasuk pendidikan keagamaan. Dalam hal ini, Kemendikbud juga berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag).

Pertama, untuk PAUD, SD/MI, SLB, sederajat, pesantren, dan pendidikan keagamaan vaksinasi dosis pertama paling lambat dilaksanakan pada akhir minggu kedua Mei 2021. Lalu kedua, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, sederajat vaksinasi dosis pertama paling lambat dilaksanakan akhir minggu keempat Mei 2021. Ketiga, pendidikan tinggi vaksinasi dosis pertama paling lambat dilaksanakan pada akhir minggu kedua Juni 2021.

Untuk vaksinasi dosis kedua, dilaksanakan sesuai dengan jenis vaksin dan interval yang telah ditetapkan.

2. Kewenangan sekolah tatap muka tetap di orang tua

Nadiem mengatakan kewenangan peserta didik untuk mengikuti sekolah tatap muka tetap pada keputusan orang tua. Nadiem menyebut orang tua boleh mengizinkan atau tidak.

"Orang tua/wali dapat memilih bagi anaknya untuk melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh," ujarnya.

3. Pengaturan kegiatan belajar-mengajar di sekolah

Nadiem mengingatkan bangku antarsiswa harus berjarak minimal 1,5 meter. Kemudian maksimal jumlah siswa 50 persen di setiap kelas.

"Seperti yang saya bilang, masuk sekolah bukan seperti yang biasa, dari semua kondisi yang terpenting adalah social distancing minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas. Kalau yang biasa 36, sekarang 50 persen atau 18 siswa," kata Nadiem.

Terkait teknis waktu pembukaan sekolah tatap muka, Nadiem menyerahkan kepada pihak masing-masing sekolah. Misalnya bisa dua kali dalam seminggu.

"Sekolah boleh bebas memilih kalau dia mau melaksanakan tatap muka dua kali seminggu itu diperbolehkan, kita memberikan kebebasan sekolah untuk menentukan," ujarnya.

Simak selengkapnya