Nadiem: Sekolah yang Gurunya Sudah Vaksin Harus Sediakan Opsi Tatap Muka

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 13:18 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengaku jengkel karena dituding konflik kepentingan (conflict of interest) terkait bayar SPP menggunakan GoPay.
Nadiem Makarim (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mempersilakan sekolah-sekolah yang guru dan tenaga pendidiknya telah divaksinasi Corona memulai belajar tatap muka sekarang. Dia mengatakan sebagian guru telah disuntik vaksin Corona.

"Saya harus memperjelas, tidak ada kebijakan PTM (pembelajaran tatap muka) di bulan Juli 2021, PTM mulai sekarang. Karena sekarang sudah mulai divaksinasi guru-gurunya. Jadinya sekolah-sekolah yang gurunya sudah divaksinasi harus segera memenuhi prokes dan segera melakukan tatap muka," kata Nadiem.

Hal itu disampaikan Nadiem dalam Pengumuman Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 yang disiarkan YouTube Kemendikud RI, Selasa (30/3/2021). Dia mengatakan belajar tatap muka bisa digelar 2-3 kali tiap minggu.

"Bisa 2 kali seminggu, 3 kali seminggu, nggak apa-apa. Tidak perlu cepat-cepat," ujarnya.

Dia menegaskan kebijakan tersebut hanya berlaku bagi sekolah yang guru-gurunya sudah divaksinasi. Dia juga telah meminta vaksinasi terhadap guru menjadi prioritas.

"Kebijakan ini adalah sekolah yang gurunya atau tenaga pendidiknya sudah divaksin harus segera menyediakan opsi tatap muka," ucapnya.

Menurutnya, target belajar tatap muka di Juli 2021 adalah untuk semua sekolah. Dia mengatakan 22 persen sekolah di Indonesia telah melaksanakan belajar tatap muka.

"Yang target Juli 2021 adalah agar semua sekolah sudah melakukan tatap muka terbatas. Tapi, kalau kita mau mencapai target itu di bulan Juli sekolah harus memulai dari sekarang," jelasnya.

Meski demikian, dia mengatakan orang tua siswa berhak tidak mengizinkan anaknya ikut belajar tatap muka di sekolah. Oleh sebab itu, sekolah wajib menggelar tatap muka dan pembelajaran jarak jauh sekaligus.

"Jangan lupa juga, orang tua berhak memilih saat sekolah menggelar tatap muka terbatas apakah anak itu diperkenankan pergi ke sekolah atau tidak itu adalah keputusan orang tua," ucapnya.

(haf/tor)