Satgas COVID-19 Sulut Setop Sementara Pemberian Vaksin AstraZeneca

Trisno Mais - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 17:26 WIB
Pembekuan Darah Terkait AstraZeneca Ditemukan Pada Perempuan di Bawah 55 Tahun
Ilustrasi vaksin AstraZeneca (ABC Australia)
Manado -

Satgas Penanganan COVID-19 Sulawesi Utara (Sulut) memutuskan menyetop sementara program vaksinasi COVID-19 menggunakan produk AstraZeneca. Padahal sebanyak 50 ribu dosis vaksin COVID-19 produk AstraZeneca ini baru tiba di Kota Manado.

Alasan Satgas COVID-19 Sulut menyetop pemberian vaksin ini kepada warga adalah kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) berupa demam, menggigil, nyeri badan hingga tulang, dan muntah serta mual dialami 5-10 persen dari 3.990 warga yang menerima vaksin AstraZeneca.

"KIPI ini hadir dalam bentuk gejala demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, mual, dan muntah. Total yang divaksin AZ sebanyak 3.990 orang," kata juru bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sulut Steven Dandel ketika dimintai konfirmasi detikcom Sabtu (27/3/2021).

Untuk diketahui, vaksin COVID-19 AstraZeneca baru tiba di Manado pada Selasa (23/3) kemarin. Steven mengatakan vaksinasi dengan vaksin Astrazeneca disetop sementara waktu sebagai langkah kehati-hatian atau precaution.

"Dalam emergency use authorization (EUA) vaksin AZ sebenarnya telah disebutkan bahwa KIPI ini adalah efek simpang (adverse effect) dari vaksin AZ yang sifatnya sangat sering terjadi very common, artinya 1 di antara 10 suntikan dan sering terjadi common -1 di antara 10 sd 1 di antara 100," jelas Steven.


Steven mengungkapkan pihaknya perlu mempersiapkan komunikasi risiko kepada masyarakat untuk dapat menerima fakta ini. Hal ini, menurut Steven, penting dilakukan agar tidak terjadi kepanikan di tengah masyarakat.

"Komunikasi risiko yang diambil, langkah pertamanya didahului dengan investigasi oleh Komda KIPI bersama Dinkes, Kemenkes, dan WHO sebelum dilakukan media release," ungkap dia.

Dia pun membeberkan, langkah ini juga perlu dilakukan untuk menyesuaikan pola dan pendekatan vaksinasi, terutama yang targetnya adalah unit usaha atau institusi.

"Supaya tidak dilakukan dalam waktu yang bersamaan terhadap karyawannya. Tetapi bertahap, agar supaya unit usaha tidak perlu ditutup kalau ada banyak karyawan yang terdampak KIPI," cetusnya.

Dinkes Sulut juga telah mengeluarkan surat pemberitahuan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo. Inti isi pemberitahuan yang beredar di publik menegaskan bahwa pelayanan vaksinasi AstraZeneca di Kota Manado dan Kota Bitung dihentikan sementara. Karena rata-rata keluhan sasaran adalah demam, menggigil, sakit kepala, badan terasa sakit, dan lemas.

Tonton juga Video: Tegas! Pengasuh Pesantren di Mojokerto Tolak Vaksin Astrazeneca

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)