ADVERTISEMENT

JAD Dinilai Berjaring Kuat di Medsos, Berkembang hingga 19 Provinsi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 08:22 WIB
Ilustrasi penggerebekan teroris (insert) (Luthfy Syahban/detikcom)
Foto: Ilustrasi penggerebekan teroris (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Pengamat terorisme Al Chaidar menganalisis aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan penangkapan terduga terorisme di Jakarta, Bekasi, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB). Al Chaidar mengatakan kelompok teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) merekrut anggota melalui media sosial (medsos).

"Semua jaringan teroris yang selama ini ditangkap itu satu sama lainnya saling terkait dalam satu jaringan yang berafiliasi kepada ISIS. Organisasi Jamaah Ansharut Daulah adalah organisasi utama yang menjadi kelompok teroris yang paling brutal di Indonesia yang sekarang ini sudah berkembang hingga ke 19 provinsi di seluruh Indonesia," kata Al Chaidar kepada wartawan, Senin (29/3/2021).

"Pendukung utama dari kelompok teroris yang di Makassar itu memang berasal dari Jakarta, Bekasi, Tangerang, Surabaya dan juga NTB," lanjut pengajar di Universitas Malikussaleh ini.

Al Chaidar menilai masih ada 7 terduga teroris yang belum ditangkap di Makassar. Penangkapan, kata Al Chaidar, harus terus dilakukan.

"Dari 29 terduga teroris yang ada di Makassar 22 sudah ditangkap 7 belum sehingga ini perlu penangkapan yang terus-menerus," kata dia.

Hingga saat ini, Al Chaidar mengatakan masih banyak pihak yang masuk dalam jaringan JAD yang belum ditangkap. Sebab, mereka belum melakukan tindakan terorisme.

"Banyak sekali yang selama ini sudah masuk ke dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah yang belum bisa ditangkap karena memang belum ada indikasi ke arah melakukan tindakan melawan hukum terorisme," sebut dia.

Lebih lanjut, Al Chaidar mengatakan jaringan tersebut merekrut anggota melalui medsos. Jaringan itu, kata Al Chaidar, juga memiliki infrastruktur dakwah yang kuat di dunia maya.

"Proliferasi atau perkembangbiakan mereka didukung oleh infrastruktur dakwah yang kuat melalui media sosial sehari-hari mereka bisa mendapatkan banyak recruitment di 19 provinsi tersebut," kata dia.

Simak juga video 'Napi Terorisme Akui JAD Pernah Jadi Sayap Organisasi FPI':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT